Cabai Rawit di Dairi Naik Jadi Rp55.000 per Kg, Petani Harap Tak Turun Lagi

Cabai Rawit. (Foto: Dok. Sihombing/Mistar)
DAIRI, MISTAR.ID – Harga cabai rawit di Kabupaten Dairi mengalami kenaikan Rp7.000 per kilogram, Jumat (24/7/2026). Petani berharap harga seperti hari ini berlangsung lama agar tidak merugi.
Sejumlah petani cabai yang ditemui di Pasar Komoditi Sitinjo, Kabupaten Dairi, Jumat (24/7/2026), mengatakan harga cabai rawit yang mereka jual kepada pengepul Rp55.000 per kilogram. Sebelumnya, Jumat (17/7/2026), hanya di angka Rp48.000 per kilogram.
Salah seorang petani, Kudadiri Sihombing, mengatakan kenaikan harga cabai rawit saat ini mampu menutupi kerugian akibat harga yang sebelumnya sempat anjlok.
Selain cabai rawit, harga cabai merah juga mengalami kenaikan signifikan, yakni dari Rp19.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai hijau tetap bertahan di angka Rp18.000 per kilogram.
Berdasarkan daftar harga komoditas Pasar Komoditi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Dairi per 24 Juli 2026, harga cabai merah tercatat Rp36.000 per kilogram, cabai hijau Rp18.000, cabai rawit Rp55.000, bawang merah Rp21.000, bawang putih Rp30.000, tomat Rp9.500, kentang Rp10.000, wortel Rp7.000, brokoli Rp5.000, kol Rp4.500, kembang kol Rp8.000, sayur putih Rp3.000, sawi hijau Rp6.000, daun bawang Rp8.000, daun sup Rp10.000, jahe Rp12.000, kunyit Rp4.000, buncis Rp7.000, ubi jalar Rp4.000, terong boga Rp7.000, terong tauco Rp5.000, dan kemiri Rp45.000 per kilogram.
Sementara itu, berdasarkan daftar harga pangan eceran di Pasar Sidikalang per 24 Juli 2026, harga cabai merah mencapai Rp45.000 per kilogram, cabai hijau Rp25.000, dan cabai rawit Rp50.000 per kilogram.
Direksi PD Pasar Sidikalang menyatakan harga pangan secara umum masih stabil dan pasokan kebutuhan masyarakat mencukupi. Harga komoditas dapat bervariasi bergantung pada ukuran, kualitas, dan merek, serta dapat berubah sewaktu-waktu.[]
PREVIOUS ARTICLE
Daging Ayam di Pasar Sei Sikambing Tembus Rp35 Ribu per KilogramBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER







Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?



















