Pameran Jelajah Ekspresi Gairahkan Kembali Semangat Seni Rupa di Medan

Suasana di dalam pameran Jelajah Ekspresi 9 Perupa di Taman Budaya Medan. (foto: Susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Jika seniman berkarya di studio atau di workshop-nya, maka dia hanya mengerti tentang karya dan dirinya sendiri. Namun, ketika diantarkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, lebih kurangnya justru akan semakin terlihat.
Hal itu disampaikan Achy Askwana, seniman Kota Medan yang juga ketua panitia pameran bertajuk Jelajah Ekspresi sembilan Perupa 2025. Ia menjelaskan dari kondisi itu, seniman justru memperoleh input baru yang menjadi motivasi untuk terus berkarya.
Pameran yang digelar di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33 itu juga diharapkan dapat menggairahkan kembali semangat para seniman Medan untuk lebih aktif menciptakan karya-karya baru dan melakukan refleksi terhadap perjalanan kreatif mereka.
“Landasan pikirannya ada dua, yang pertama menggairahkan kembali dan memotivasi para seniman, khususnya yang berpameran. Imbasnya kepada para kreator seni rupawan yang ada di kota Medan. Kemudian juga sebagai reflektif atau cermin,” katanya di Taman Budaya, Kamis (13/11/2025).
Achy menuturkan gagasan pameran ini muncul dari keinginan untuk membicarakan kembali bagaimana seniman berpameran. Gagasan tersebut kemudian disambut baik berbagai pihak hingga terlaksana melalui dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara dan kerja sama panjang antar seniman.
“Kerja panjang ini bukan sekadar untuk proposal, tapi senimannya harus berkarya dengan waktu yang sangat singkat, sekitar dua atau tiga bulan. Alhamdulillah, ada beberapa karya yang sudah siap, dan terkumpullah beberapa karya yang dapat kita lihat bersama di dalam ruangan pameran,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pameran ini bukan hanya ajang menampilkan karya, tetapi juga aksi nyata para seniman dalam menghidupkan kembali denyut kebudayaan di Medan.
“Para seniman ini telah berbuat untuk denyut ruh kebudayaan, sehingga di dalamnya tercipta pemikiran-pemikiran baru,” tuturnya.
Achy mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi, motivasi, dan kritik yang membangun agar karya-karya seni di Medan terus berkelanjutan.
“Bergulirlah dengan mencari keindahan,” katanya mengutip tagline pameran yang menjadi simbol semangat para perupa untuk terus berkarya.
Pameran Jelajah Ekspresi menampilkan karya dari sembilan perupa Medan, yakni Utoyo Hadi, Yos Afrizal, Bambang Triyogo, Togu Sinambela, Didi Panca, Rudi Pama, Ian Andi Surya, Achy Askwana, dan Popi Andri Harahap. Pameran berlangsung dari 11 hingga 15 November 2025.
Bagi pengunjung muda, pameran ini memberi pengalaman tersendiri. Ruben Arta Yeremia Halawa, 19 tahun, mengaku kegiatan ini membangkitkan kembali semangat seni di Medan. Selain itu, memberikan inspirasi yang juga memanjakan mata.
“Saya merasakan kembali terbentuknya kegiatan seni di Medan. Dulu sempat redup, tapi dengan adanya kegiatan ini, suasana pegiat seni di kota ini terasa hidup lagi,” ujar mahasiswa semester 5 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Medan itu.
“Harapan saya, seni di Kota Medan ini tidak hanya berhenti di sini saja, namun terlahirlah seniman-seniman muda lainnya,” katanya.
Sementara itu, Bunga Ardi Wara, 17 tahun, siswi SMKN 9 Medan, juga mengapresiasi pameran tersebut. “Pameran ini bagus. Walaupun saya nggak punya jiwa seninya, tapi saya bisa lihat lukisan-lukisannya itu ada makna tersendiri dari gambarnya masing-masing,” kata Bunga.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar semakin banyak pelukis di luar sana memiliki ruang untuk menampilkan karya mereka. “Jadi bisa menunjukkan bahwa lukisan mereka itu bagus-bagus dan ada tempat untuk pameran tersendiri,” ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Perkumpulan Arta Jaya Edukasi Ratusan Pekerja Sektor InformalBERITA TERPOPULER
























