Friday, July 3, 2026
home_banner_first
SUMUT

Yemima Mutiara Caren Sitanggang Dinobatkan Sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026

Mistar.idJumat, 3 Juli 2026 pukul 19.56 WIB
yemima_mutiara_caren_sitanggang_dinobatkan_sebagai_putri_otonomi_indonesia_2026

Yemima Mutiara Caren Sitanggang. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID – Yemima Mutiara Caren Sitanggang berhasil meraih gelar Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 pada malam Grand Final yang digelar di Graha Bhinneka Perkasa Jaya, Kamis (2/7/2026) malam.

Ajang Putri Otonomi Indonesia 2026 diikuti 19 finalis yang mewakili berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Selain menampilkan kemampuan di atas panggung, para peserta juga dinilai berdasarkan kecerdasan, kemampuan berkomunikasi, jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kapasitas mereka dalam mempromosikan potensi daerah asal.

Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi, mengatakan ajang tersebut menjadi sarana untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi representasi terbaik daerah sekaligus duta pembangunan nasional.

Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, komunikasi publik, promosi potensi daerah, wawasan kebangsaan, hingga nilai-nilai bela negara. Menurut Bursah, materi tersebut diharapkan membentuk pemimpin muda yang berprestasi, peduli terhadap pembangunan daerah, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

Ia juga menyebut pemenang Putri Otonomi Indonesia 2026 akan mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat kampanye cinta tanah air dan semangat bela negara di kalangan generasi muda.

Sebelum dinobatkan sebagai juara utama, Yemima lebih dahulu meraih predikat Putri Terfavorit setelah memperoleh suara terbanyak melalui pemungutan suara daring. Capaian itu sekaligus mengantarkannya meraih golden ticket menuju babak empat besar.

Tiga finalis lain yang berhasil melaju ke empat besar adalah Annabelle Malianglay dari Kabupaten Minahasa Utara, Asyifa Nada Ashila Sulhi dari Kabupaten Jember, serta Cinta Kasih Sayang Helena dari Kota Tangerang Selatan.

Pada sesi tanya jawab, Yemima diminta menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menilai AI merupakan teknologi yang memberikan banyak kemudahan, tetapi tidak akan menggantikan peran manusia.

"AI hadir untuk membantu manusia, bukan menggantikannya. Sebagai generasi muda, kita harus mampu memanfaatkan AI secara bijak agar memberikan dampak positif. Jika mampu beradaptasi dan mengintegrasikannya dengan kemampuan manusia, AI akan menjadi teknologi yang membawa banyak manfaat," ujarnya.

Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, dewan juri menetapkan Cinta Kasih Sayang Helena sebagai Runner Up III, Asyifa Nada Ashila Sulhi sebagai Runner Up II, Annabelle Malianglay sebagai Runner Up I, dan Yemima Mutiara Caren Sitanggang dari Kabupaten Deli Serdang sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026.

Malam grand final juga dirangkaikan dengan penobatan sejumlah duta pada berbagai bidang strategis sebagai bagian dari komitmen APKASI dalam mendorong peran generasi muda sebagai agen promosi daerah sekaligus penggerak pembangunan di berbagai sektor.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN