Toleransi di Hutanabolon, Daging Kurban Dibagikan ke Enam Gereja

Pengetua HKBP Hutanabolon, Sintua Parlan Tambunan saat membagikan daging kurban kepada jemaat HKBP. (Foto: Feliks /Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Umat Muslim di Hutanabolon berbagi hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M dengan membagikannya kepada umat nonmuslim dari enam gereja di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hal itu merupakan wujud tingginya solidaritas dan toleransi kerukunan umat beragama di daerah itu.
Pengetua HKBP Hutanabolon, Sintua Parlan Tambunan, di sela-sela pembagian daging kurban kepada warga nonmuslim di Masjid Al-Huda Hutanabolon, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan warga Muslim yang telah menunjukkan keindahan toleransi antarumat beragama di Hutanabolon karena umat Kristiani juga mendapat bagian daging kurban.
Parlan menuturkan bahwa ini merupakan kali pertama umat Muslim dan umat nonmuslim di Hutanabolon saling berbagi daging kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M.
“Namun perlu diketahui sejak dahulu warga Hutanabolon telah memiliki rasa solidaritas kekeluargaan dan kerukunan antarumat beragama yang cukup tinggi dan masih terjaga hingga saat ini,” ujar Parlan didampingi Ketua BKM Masjid Al-Huda Hutanabolon, Hasmarudut Siagian, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, karena tingginya prinsip toleransi itu, maka secara khusus Hutanabolon dan secara umum Kecamatan Tukka selalu aman, akur, dan damai. Tidak pernah terdengar sedikit pun adanya saling tersinggung.
“Apalagi adanya saling berbagi seperti ini menambah keakraban dan kearifan antarumat beragama. Kami sangat bersyukur atas saling bahu-membahu ini,” katanya.
Untuk diketahui, Kelurahan Hutanabolon adalah potret solidaritas dan toleransi umat beragama di Kabupaten Tapteng. Keberadaan rumah ibadah di Hutanabolon lokasinya saling berhadapan dan bersama-sama merasakan betapa dahsyatnya peristiwa banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu.
Persis di depan Masjid Al-Huda berdiri kokoh empat gereja, yakni HKBP, HKI, GPdI, dan GKPI. Pascabencana, Masjid Al-Huda menjadi salah satu lokasi pengungsian warga saat itu. Tidak ada perbedaan, seluruh warga menyatu dan saling menguatkan dalam bingkai kekeluargaan.
Kelurahan Hutanabolon terkenal bukan karena adanya peristiwa bencana alam, melainkan dari sejarahnya dahulu daerah itu dikenal karena tingginya sikap kekerabatan dan toleransi antarumat beragama.
Tingginya sikap kekerabatan dan toleransi itu bukan hanya terlihat saat perayaan hari-hari besar keagamaan. Namun, saat adanya pesta warga, masyarakat juga saling mengunjungi dan saling mendukung untuk menyukseskan acara tersebut.
Selain itu, setiap ada pembangunan rumah ibadah di daerah itu, warga Muslim dan nonmuslim juga saling bergotong royong. Warga Muslim turut tampil menyatu bersama warga nonmuslim membangun gereja, dan sebaliknya warga nonmuslim turut terlibat membangun masjid.
“Jadi kami di kampung ini selama ini masih tetap terjalin hubungan yang baik, masih saling berjiwa gotong royong dan saling bangun-membangun. Itulah yang terjadi di Hutanabolon ini,” ucapnya.
“Apalagi dengan adanya pembagian daging kurban ini, saya berharap ke depannya semakin akrab dan semakin bagus persaudaraan antarumat beragama di Hutanabolon,” pungkas Parlan Tambunan menambahkan. (hm25)






















