SPPG Siborongborong Sajikan Pisang Belum Matang dalam Program MBG, Orang Tua Siswa Protes

Pisang mentah yang menjadi menu MBG di Siborong-borong. (foto: istimewa/mistar)
Taput, MISTAR.ID
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara (Taput), menjadi sorotan setelah diduga menyajikan buah pisang yang belum matang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para siswa.
Keluhan ini disampaikan sejumlah orang tua siswa, Jumat (20/3/2026). Mereka mengaku heran dengan kualitas makanan yang diberikan.
"Kami heran dengan pengelola SPPG di Kecamatan Siborongborong ini. Apakah buah pisang yang belum matang layak diberikan kepada siswa, dan apakah itu termasuk makanan bergizi?" ujar beberapa orang tua yang enggan disebutkan namanya.
Para orang tua berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat turun tangan dan memberikan teguran kepada pengelola SPPG di wilayah tersebut.
Diketahui, SPPG tersebut berlokasi di Desa Paniaran II, Kecamatan Siborongborong, dengan penanggung jawab Moes Devin JTP Rajagukguk, serta di Desa Sitabotabo dengan penanggung jawab Regina Rona Silaban.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit SPPG Tapanuli Utara, Sevenris CD Butarbutar, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.
"SPPG mana yang memberikan itu, nanti akan kami cek langsung ke Siborongborong," katanya.
Ia menegaskan pemberian pisang yang belum matang tidak dibenarkan, bahkan jika dianggap sebagai menu kering. Dari sisi keamanan pangan dan gizi, konsumsi pisang mentah berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan seperti perut kembung atau peningkatan asam lambung akibat kandungan pati resisten yang tinggi.
Menurutnya, kejadian ini mengindikasikan adanya kesalahan pada pemasok bahan baku serta lemahnya kontrol kualitas (QC) di dapur MBG.
"Ini kemungkinan kesalahan pada pemasok dan lemahnya QC di area penerimaan bahan baku. Namun, perlu dikonfirmasi juga kepada manajemen SPPG terkait tujuan pemberian pisang tersebut," ucapnya.
Terpisah, Koordinator Wilayah BGN, Syah Manan Lubis, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait permasalahan tersebut.
PREVIOUS ARTICLE
Jelang Lebaran, Harga Sembako di Pasar Binjai Relatif Stabil



















