SDN Lae Markelang Bantah Pungli Dana PIP dari Siswa

Pihak SD Negeri Lae Markelang menggelar rapat dengan orang tua murid, Jumat (19/6/2026). (Foto: Fitri/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Pihak UPT SD Negeri 034802 Lae Markelang, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, membantah adanya pungutan liar Rp50.000 dari pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswa.
Klarifikasi tersebut disampaikan Fitri Marbun, guru wali kelas yang juga merangkap operator sekolah, melalui pesan WhatsApp kepada Mistar, Jumat (19/6/2026).
Fitri menyebutkan pihak sekolah telah menggelar rapat bersama orang tua siswa dan komite sekolah untuk membahas persoalan tersebut.
"Pak saya mohon beritanya di-takedown karena akan menyebabkan asumsi liar. Kami pihak sekolah bersama orang tua siswa, komite, baru saja selesai rapat terkait setoran PIP. Dalam rapat kami buat daftar hadir, video klarifikasi, notulen rapat, bahwasanya tidak ada pungutan liar di sekolah kami," ucap Fitri.
Fitri juga mengirimkan video yang memperlihatkan sejumlah orang tua siswa menyampaikan pernyataan bersama. Dalam video tersebut, para orang tua menyatakan tidak ada pungutan liar terkait dana PIP di sekolah tersebut.
Selain itu, menurut Fitri, sejumlah orang tua siswa juga telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani masing-masing. Dalam surat tersebut disebutkan tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun di UPT SD Negeri 034802 Lae Markelang.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jaspin Sihombing, membenarkan sekolah dan orang tua siswa telah menggelar rapat.
"Hasil notulen rapat itu kita tunggu supaya diserahkan ke Dinas Pendidikan, juga klarifikasi tertulis," kata Jaspin.
Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa mengaku keberatan atas setoran Rp50.000 setelah dana PIP dicairkan. Mereka mengaku tidak mengetahui alasan permintaan uang tersebut.
Menurut keterangan orang tua siswa, dana PIP dicairkan di Unit BRI Parongil, Kecamatan Silima Pungga-pungga, pada Senin (15/6/2026). Setelah pencairan, siswa diminta membawa uang Rp50.000 untuk diserahkan kepada operator sekolah pada Rabu (17/6/2026).
"Untuk mengambil dana PIP saja kami harus menempuh perjalanan jauh dan menghabiskan waktu seharian. Setelah itu masih diminta menyetor uang ke sekolah," ujar salah seorang orang tua yang tidak ingin disebutkan namanya. (hm20)
BERITA TERPOPULER
























