Orang Tua Keluhkan Setoran Rp50 Ribu Usai Dana PIP Cair di SDN Lae Markelang

Cara cek pencairan dana PIP secara online. Besaran bantuan dana PIP 2024.(Antara/Yulius Satria Wijaya)
Dairi, MISTAR.ID
Sejumlah orang tua siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Negeri 034802 Lae Markelang, Kecamatan Siempat Nempu Hiliru, Kabupaten Dairi, mengeluhkan adanya setoran sebesar Rp50 ribu yang diminta sekolah setelah dana bantuan pendidikan dicairkan.
Kepada Mistar, Kamis (18/6/2026), para orang tua yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan karena tidak mengetahui alasan maupun dasar pungutan tersebut. Mereka menyebut mayoritas penerima PIP berasal dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut keterangan orang tua, siswa penerima PIP bersama wali masing-masing mengambil dana bantuan di Unit BRI Parongil, Kecamatan Silima Pungga-pungga, pada Senin (15/6/2026). Setelah pencairan, siswa disebut diminta membawa uang Rp50 ribu untuk diserahkan kepada operator sekolah pada Rabu (17/6/2026).
"Untuk mengambil dana PIP saja kami harus menempuh perjalanan jauh dan menghabiskan waktu seharian. Setelah itu masih diminta menyetor uang ke sekolah," ujar salah seorang orang tua.
Para orang tua mengaku sempat mempertanyakan permintaan tersebut. Namun, mereka akhirnya tetap menyerahkan uang yang diminta karena informasi itu disampaikan melalui siswa dan disebut berasal dari pihak sekolah.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Dairi menelusuri persoalan tersebut karena dana PIP diperuntukkan membantu kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, operator SD Negeri 034802 Lae Markelang berinisial FM membantah adanya pungutan terhadap dana PIP.
"Izin menanggapi Pak, sama sekali di sini tidak ada pungutan PIP. Besok akan kami undang semua orang tua siswa untuk memberi pemaparan mengapa harus dibilang seperti itu," ujar FM saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
FM juga menyebut pihak sekolah telah menyiapkan surat undangan kepada orang tua siswa dan menggelar rapat guru untuk membahas persoalan tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jaspin Sihombing, mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi yang beredar.
"Terima kasih atas informasinya, akan segera kami telusuri. Kami konfirmasi dulu kepala sekolahnya," kata Jaspin. (hm20)
BERITA TERPOPULER





















