Menu Telur Dominasi MBG di SMA Porsea, Siswa Minta Variasi Lauk Ditambah

SPPG (dapur MBG) di Kecamatan Porsea. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Menu telur rebus disebut mendominasi sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SMA di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari sejumlah siswa yang berharap variasi lauk dapat ditingkatkan agar mereka tidak bosan mengonsumsi makanan yang disediakan.
Seorang siswa berinisial NS mengatakan telur rebus menjadi lauk yang paling sering disajikan oleh dapur MBG. Dalam satu pekan sekolah, menu tersebut disebut muncul hingga empat kali.
"Senin, Selasa, dan Rabu lauknya telur rebus. Kemudian Kamis diganti ayam, lalu Jumat kembali telur rebus. Pola seperti ini sudah berlangsung sekitar dua pekan," ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, telur memang merupakan sumber protein yang baik. Namun, penyajian yang terlalu sering membuat sebagian siswa merasa jenuh.
"Memang gizi telur bagus, tetapi kalau hampir setiap hari yang diberikan telur tentu membosankan bagi kami siswa. Kalau dibandingkan, menu di rumah justru lebih bervariasi," katanya.
Keluhan serupa disampaikan siswa lainnya, MB. Ia berharap dapur MBG dapat kembali menghadirkan variasi lauk seperti pada awal pelaksanaan program.
Menurut MB, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizi makanan, tetapi juga variasi menu yang membuat siswa tetap tertarik mengonsumsinya.
"Program ini namanya Makan Bergizi. Kami berharap menunya lebih bervariasi sehingga siswa tetap semangat makan dan manfaat gizinya bisa dirasakan," ujarnya.
Di kesempatan berbeda, saat ingin meminta konfirmasi ke SPPG penyedia, SPPG Toba Porsea Parparean IV, wartawan Mistar tidak dapat menemui Kepala SPPG. Di lokasi hanya dapat menjumpai sekuriti, Billi Panjaitan.
Billi menyebutkan jika kehadiran wartawan sudah melanggar aturan. Ia juga menyangkal SPPG monoton memberikan telur.
"Saya pastikan dan tanggung jawab tidak pernah lebih dari dua kali kita (dapur) memberikan menu telur apalagi sampai empat kali dalam satu minggu, selalu menu bervariasi diberikan, termasuk ikan," ucap Billi.
Dilanjutkannya, "siapa pun itu, baik wartawan tidak boleh melewati gerbang, dan jika ingin berbicara harus dari luar gerbang," ujarnya sambil menutup gerbang. (hm20)
BERITA TERPOPULER






















