PT Bridgestone Absen saat Mediasi Sengketa Lahan dengan Warga di Kantor Bupati Sergai

Masyarakat Kerajaan Nagur Bolag menyampaikan permasalahan tanah kepada Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan bersama unsur Forkopimda. (Foto: Sarianto Damanik/Mistar)
Gusti juga menilai bentrokan dipicu oleh tindakan represif PT Bridgestone yang mengerahkan karyawan dengan membawa alat pemadam api ringan (APAR), tameng, helm, pentungan, tongkat T, bambu, dan parang.
"Kalau mereka hanya ingin membersihkan lahan, kenapa membawa APAR, tameng, helm, pentungan, tongkat T, bambu, dan parang? Itu merupakan persiapan untuk menyerang masyarakat. Itu suatu kekejaman," sebutnya.
Ia juga menyayangkan ketika terjadi pencabutan tanaman, pembakaran, dan perusakan bangunan milik masyarakat, tidak pernah dilakukan mediasi.
"Kami masyarakat yang terzalimi. Ketika PT Bridgestone mencabut tanaman kami, membakar, serta memporak-porandakan bangunan kami, kami tidak pernah dikumpulkan. Ketika masalah sudah meluas, baru kami dipanggil. Saya juga sudah pernah memperingatkan melalui surat agar tidak terjadi konflik horizontal, konflik sosial, dan konflik agraria," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor BPN Sergai, Roni L. Parningotan Sitanggang, membenarkan bahwa HGU PT Bridgestone telah berakhir dan saat ini masih dalam pembahasan di Kementerian ATR/BPN.
"Sampai sekarang HGU PT Bridgestone masih dalam proses pembahasan di Kementerian ATR/BPN. Saya juga belum mengetahui kapan surat keputusannya akan diterbitkan karena kewenangan itu berada pada Menteri ATR/BPN," ujarnya.
Roni menjelaskan, HGU pertama kali diterbitkan pada 1982 atas nama PT Goodyear seluas 3.119 hektare dan berakhir pada 1997. Selanjutnya perusahaan mengajukan perpanjangan pada 1998 dan terbit HGU Nomor 1 Tahun 1998 dengan luas berkurang menjadi 2.846 hektare.
Pada 2005, PT Goodyear berubah nama menjadi PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE). HGU yang diterbitkan pada 1998 tersebut berakhir pada 2022.
"Sebelum berakhir pada 2022, PT Bridgestone mengajukan permohonan pembaruan HGU kepada Kementerian ATR/BPN. Jadi dapat kami sampaikan proses pembaruan HGU PT Bridgestone masih dalam pengkajian di Kementerian ATR/BPN," jelasnya.
Usai mendengarkan penyampaian seluruh pihak, Bupati Sergai Darma Wijaya mengatakan persoalan HGU bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Sergai. Menurutnya, sejak masih menjabat Wakil Bupati, berbagai persoalan serupa dapat diselesaikan tanpa merugikan pihak mana pun.
"Karena yang hadir di sini merupakan keturunan raja, saya hanya meminta agar situasi di lapangan tetap kondusif," harapnya.
Bupati yang akrab disapa Wiwik itu menegaskan, apabila bukti-bukti yang dimiliki masyarakat memang benar, dirinya siap mendukung melalui mekanisme hukum.
"Kalau bukti-bukti itu memang benar, pasti saya dukung. Namun harus melalui proses. Tidak bisa langsung kita eksekusi sendiri. Prosesnya harus kita ikuti," ucapnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemkab Sergai akan berkoordinasi dengan Forkopimda membentuk tim. Sementara terkait ketidakhadiran PT Bridgestone, Pemkab Sergai akan terus memanggil pihak perusahaan hingga bersedia hadir.
"Saat ini PT Bridgestone tidak datang. Namun kami akan terus memanggil sampai mereka hadir. Kalau tetap tidak datang, kami akan mengambil langkah melalui DPRD Sumut maupun Gubernur," pungkasnya.
Sebelumnya, puluhan warga yang mengatasnamakan Kerajaan Nagur Bolag bentrok dengan sekitar ribuan karyawan PT Bridgestone di Dusun VII, Desa Tinokkah, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Situasi semakin mencekam ketika terjadi aksi saling kejar di area perkebunan karet. Api juga terlihat membumbung tinggi akibat pembakaran sekitar 27 unit sepeda motor yang diduga milik karyawan serta satu unit truk Fuso BK 8239 TR milik PT Bridgestone yang diduga dibakar massa di badan jalan. Selain itu, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Vita Insani, Pematangsiantar. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Bank Sumut Dukung Lahirnya Bintang Sepak Bola Masa Depan RI, Heru Mardiansyah: Investasi Terbaik Adalah Investasi pada Generasi Muda




















