Pendapatan Pemkab Toba 2025 Capai 94,71 Persen dari Target

Rapat paripurna LKPJ di Gedung DPRD Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Pendapatan Pemerintah Kabupaten Toba tahun anggaran 2025 tercapai sebesar 94,71 persen, di mana pendapatan tersebut bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD), Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pendapatan daerah lain-lain yang sah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Toba, Effendi Napitupulu, saat digelarnya rapat paripurna penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025, Rabu (8/4/2025).
Sebelumnya, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1.288.418.122.651, namun yang dapat direalisasikan sebesar Rp1.220.313.353.032,13 sehingga pencapaiannya sebesar 94,71 persen.
Baca Juga: Rawan Laka Lantas di Objek Wisata, Ini Respons Dishub Toba Terkait Permohonan Warning Light
Menurut Bupati, angka tersebut diperoleh dari Transfer ke Daerah sebesar Rp1.083.520.095.928,00 dari target Rp1.133.883.505.495,00 dengan pencapaian 95,55 persen. Pendapatan daerah lain-lain yang sah sebesar Rp10.205.065.856,00 dari target Rp12.553.021.952,00 dengan pencapaian 81,29 persen.
Selanjutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp126.588.191.248,13 dari target Rp141.981.595.204,00 dengan pencapaian 89,15 persen.
Selanjutnya, terkait pengelolaan belanja daerah tahun anggaran 2025, dianggarkan sebesar Rp1.346.474.325.420,56 dan terealisasi sebesar Rp1.244.000.702.265,00 dengan pencapaian 92,38 persen.
Rinciannya, belanja operasi dialokasikan sebesar Rp887.159.280.478,33 dan direalisasikan sebesar Rp826.737.528.636,00 dengan pencapaian 93,18 persen. Lebih lanjut, untuk belanja modal dialokasikan sebesar Rp188.845.882.294,23 dan direalisasikan sebesar Rp176.307.352.085,00 dengan pencapaian 93,36 persen.
"Untuk belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp3.582.574.808,00, sementara direalisasikan sebesar Rp20.000.000,00 dengan pencapaian 0,55 persen, dan belanja transfer dialokasikan sebesar Rp266.886.587.840,00 serta direalisasikan sebesar Rp240.935.821.544,00 dengan pencapaian 90,27 persen," ujar Effendi.
Kemudian, realisasi pembiayaan menurut jenis pembiayaan terealisasi 100 persen dengan total pembiayaan sebesar Rp58.056.202.769,56. Penerimaan pembiayaan (sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya) sebesar Rp61.056.202.769,56, selanjutnya pengeluaran pembiayaan (penyertaan modal daerah) sebesar Rp3.000.000.000,00 juga terealisasi 100 persen. (hm25)



















