Nelayan di Tanjung Beringin Sergai Gagal Melaut Akibat Solar Langka

Puluhan sampan nelayan bersandar di tangkahan di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. (Foto: Sarianto/Mistar)
Sergai, MISTAR.ID - Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan angin kencang yang terjadi saat ini berdampak buruk terhadap perekonomian para nelayan di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Pasalnya, para nelayan di daerah tersebut tidak dapat melaut secara normal seperti biasanya.
Ucok, salah seorang nelayan, mengatakan akibat kondisi tersebut aktivitas menangkap ikan terpaksa dihentikan sementara hingga keadaan kembali normal.
"Sudah sekitar satu minggu kami tidak pergi melaut karena solar susah didapat, ditambah lagi angin kencang. Kalaupun berangkat, hasil tangkapan belum tentu cukup untuk menutupi biaya belanja dan kebutuhan selama menginap di laut," katanya, Kamis (16/7/2026).
Ia juga mengeluhkan tingginya biaya operasional melaut yang membuat para nelayan khawatir hasil tangkapan tidak mampu menutupi pengeluaran.
Sementara itu, Usup, selaku pengusaha sampan, mengatakan kondisi para nelayan saat ini sangat terpukul akibat dua persoalan yang terjadi secara bersamaan.
Menurutnya, harga solar di Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN) tercatat Rp6.800 per liter. Namun, setelah ditambah biaya pengangkutan menggunakan jeriken, harga yang dibayar nelayan bisa mencapai sekitar Rp7.800 per liter. Selain itu, masih ada nelayan yang belum memiliki barcode sehingga kesulitan memperoleh solar.
"Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi kelangkaan solar serta memastikan distribusi BBM bagi nelayan berjalan lancar. Kami juga berharap kondisi cuaca segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," harap Usup. (hm25)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER




















