Thursday, July 16, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Argentina Bentangkan Spanduk 'Las Malvinas' usai Kalahkan Inggris, Ini Maknanya

Mistar.idKamis, 16 Juli 2026 pukul 10.24 WIB
argentina_bentangkan_spanduk_las_malvinas_usai_kalahkan_inggris_ini_maknanya

Para pemain Timnas Argentina membentangkan spanduk 'Las Malvinas' saat merayakan kemenangan atas Inggris. (Foto: AFP/Thomas Coex)

news_banner

Atlanta, MISTAR.ID - Timnas Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina" usai mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Argentina memastikan lolos ke final setelah membalikkan keadaan dan menang dramatis 2-1 atas tim asuhan Thomas Tuchel. Seusai pertandingan, para pemain merayakan kemenangan dengan membentangkan spanduk yang kembali menegaskan klaim Argentina atas Kepulauan Malvinas, wilayah yang oleh Inggris dikenal sebagai Kepulauan Falkland.

Kepulauan Falkland/Malvinas hingga kini masih menjadi wilayah sengketa antara Inggris dan Argentina. Kedua negara pernah berperang memperebutkan kepulauan tersebut pada April hingga Juni 1982 dalam konflik yang berlangsung selama 74 hari. Perang itu menewaskan 655 personel militer Argentina, 255 personel militer Inggris, serta tiga warga sipil di kepulauan tersebut.

Aksi serupa sebelumnya pernah berujung sanksi. Pada 2014, FIFA menjatuhkan denda sebesar 20.000 pound sterling kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) setelah para pemain timnas membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum laga persahabatan melawan Slovenia. FIFA saat itu menilai tindakan tersebut melanggar aturan mengenai aktivitas politik dan perilaku tidak pantas oleh tim.

Usai kemenangan atas Inggris, Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel turut mengunggah video di platform X yang menampilkan apa yang tampak sebagai tentara Argentina. Dalam unggahannya, ia menyebut laga tersebut bukan sekadar pertandingan sepak bola.

"Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Mereka melarang kami membawa pesan itu ke stadion, tetapi mereka lupa bahwa kami membawanya di dalam darah dan hati kami," tulis Villarruel, dikutip BBC.

Menjelang pertandingan, Villarruel juga menyebut semifinal melawan Inggris sebagai kesempatan untuk "menempatkan para penjajah pada tempatnya."

Sebelumnya, para pemain Argentina juga sempat menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Falkland serta dua legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona dan Lionel Messi, setelah menang dramatis 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar.

Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan dirinya tidak ingin mencampurkan sepak bola dengan isu politik maupun konflik sejarah kedua negara.

"Pada kenyataannya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan keduanya, terutama sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Itu adalah periode yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami," ujar Scaloni.

Ia menambahkan bahwa perang hanya membawa penderitaan dan tidak seharusnya dikaitkan dengan pertandingan sepak bola.

"Di berbagai belahan dunia masih terjadi perang, dan kita semua mengkritik keberadaan perang. Tentu kami mengenang orang-orang yang menjadi korban. Namun ini adalah pertandingan sepak bola, dan kita tidak seharusnya mencampurkan keduanya," katanya.

Aksi ini berpotensi dijatuhi sanksi oleh FIFA setelah para pemainnya membentangkan spanduk tersebut. (hm25/BBC)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN