Masinton dan Taripar Kolaborasi Bangun Jalan di Perbatasan Pastob Tapteng-Parmonangan Taput

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat saat mengunjungi daerah terpencil perbatasan Tapteng dan Taput. (Foto: Feliks/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu dan Bupati Tapanuli Utara (Taput), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, bersama-sama mengunjungi daerah terpencil perbatasan Tapteng dan Taput, Selasa (16/6/2026).
Keduanya bersama jajaran turun langsung meninjau ruas jalan yang direncanakan untuk diperbaiki di Desa Simargarap, Kecamatan Pasaribu Tobing (Pastob), Tapteng, dan Dusun Aek Mardugu, Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Taput.
Kolaborasi kedua pimpinan daerah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Kabupaten Taput dengan Kabupaten Tapteng yang tidak pernah tersentuh pembangunan sejak 80 tahun Indonesia merdeka.
Pembangunan akses jalan itu selama ini dinilai sangat sulit dilintasi dan menjadi prioritas kolaborasi kedua kepala daerah. Hal ini juga merespons aspirasi warga yang menantikan perbaikan infrastruktur jalan yang memadai.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Taput bertemu dengan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, bersama masing-masing tokoh masyarakat kedua desa setempat membahas rencana pembangunan jalan penghubung perbatasan Taput-Tapteng yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.
Tokoh masyarakat setempat, Jondi Simbolon, mengungkapkan sebagai masyarakat di perbatasan yang merupakan daerah terpencil sangat menyambut baik rencana pembangunan jalan yang diinisiasi kedua kepala daerah tersebut. Menurutnya, selama ini Indonesia sudah 80 tahun merdeka, baru saat ini mereka akan menikmati hasil dari perhatian Pemerintah Taput dan Pemerintah Tapteng.
“Kami sangat bersyukur, bersama-sama kami ke hari depan bisa menikmati kemerdekaan yang paling serius dan memajukan ekonomi masyarakat Taput dan Tapteng, sebab selama ini secara umum kondisi jalan hampir tidak bisa dilalui kendaraan karena rata-rata jalannya rusak sekali,” katanya.
Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyampaikan inisiatif pembangunan jalan itu lahir dari kesepakatan kedua daerah untuk memperjuangkan bantuan keuangan daerah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebelum rencana pembangunan jalan tersebut, ia dan Masinton telah mendatangi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pada akhirnya, rencana tersebut mendapat dukungan langsung dari Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melalui alokasi anggaran sebesar Rp19 miliar. Dari total anggaran tersebut, Rp10 miliar dialokasikan untuk Kabupaten Taput dan Rp9 miliar untuk Kabupaten Tapteng.
"Pembangunan jalan ini merupakan kesepakatan kami berdua untuk menghadap Bapak Gubernur agar beliau memberikan bantuan keuangan daerah. Kita bersyukur, Gubernur memberikan perhatian penuh. Kami berharap proses pembangunannya segera terlaksana agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat," jelas Jonius.
Ia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer yang selama ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Apabila dana tersebut masih kurang, mereka berdua akan kembali menghadap Gubernur untuk memohon tambahan dana pembangunan.
Menurutnya, terdapat tiga desa di wilayah Kabupaten Taput yang kehidupan sosial-ekonominya sangat bergantung pada akses ke Kabupaten Tapteng. Oleh karena itu, pembangunan jalan ini menjadi sangat vital bagi kelangsungan hidup masyarakat di perbatasan kedua kabupaten tersebut.
BERITA TERPOPULER
Portugal vs RD Kongo: Misi Cristiano Ronaldo Dimulai, Selecao Siap Tebar Ancaman di Piala Dunia 2026



Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah! Prancis Tundukkan Senegal 3-1 dalam Laga Dramatis Piala Dunia 2026















