Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Tapteng Ajak STAI Barus Perkuat Toleransi dan Jaga Peradaban Bangsa

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 08.52
journalist-avatar-top
FM
bupati_tapteng_ajak_stai_barus_perkuat_toleransi_dan_jaga_peradaban_bangsa

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menerima audiensi civitas akademika STAI Barus di ruang kerjanya. (f: Diskominfo Tapteng/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan dan keberagaman suku, adat, budaya, serta keyakinan.

"Sejauh ini masyarakat Tapteng hidup rukun dalam keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi," ujar Masinton saat menerima audiensi civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Barus di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, rombongan dipimpin Wakil Ketua I STAI Barus, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA, bersama sejumlah dosen. Audiensi itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng, Johannes Simanjuntak.

Masinton mengajak civitas akademika STAI Barus memiliki semangat yang sama dalam menjaga dan merawat peradaban bangsa.

"Jika kita menilik sejarah pemikiran Bung Karno sebelum negara ini berdiri, Indonesia dibangun sebagai bangsa yang mempersatukan Nusantara dengan keberagaman adat, budaya, dan keyakinan melalui dasar negara Pancasila," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Tapteng memiliki modal sosial yang kuat berupa tingkat toleransi yang tinggi. Karena itu, kehadiran STAI Barus diharapkan dapat memperkaya khazanah intelektual di daerah, terutama melalui program studi yang ditawarkan.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran STAI Barus. Program studi keagamaan yang tersedia tentu menjadi penambah khazanah keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I STAI Barus, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA, menyampaikan bahwa kampus yang berlokasi di Kompleks Matauli Pandan tersebut saat ini memiliki dua program studi unggulan, yakni Program Studi Studi Agama-Agama dan Program Studi Sejarah Peradaban Islam.

Ia menjelaskan, Program Studi Studi Agama-Agama difokuskan untuk membekali mahasiswa agar mampu memahami kitab suci berbagai agama dan menemukan nilai-nilai universal yang menjadi titik temu antarumat beragama.

"Dengan pemahaman tersebut, diharapkan tercipta sikap saling menghormati dan menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Rusmin juga menyoroti pentingnya melestarikan sejarah Barus sebagai salah satu pintu gerbang peradaban di Nusantara.

Menurutnya, Barus merupakan wilayah bersejarah yang menjadi saksi masuknya Islam dan Kristen ke Nusantara serta menunjukkan kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis sejak lama.

"Ini adalah warisan peradaban yang harus kita jaga dan lestarikan bersama," tutupnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN