Wednesday, June 17, 2026
home_banner_first
SUMUT

Masinton dan Taripar Kolaborasi Bangun Jalan di Perbatasan Pastob Tapteng-Parmonangan Taput

Mistar.idRabu, 17 Juni 2026 11.00
AN
FM
masinton_dan_taripar_kolaborasi_bangun_jalan_di_perbatasan_pastob_taptengparmonangan_taput

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat saat mengunjungi daerah terpencil perbatasan Tapteng dan Taput. (Foto: Feliks/Mistar)

news_banner

Mantan Kapolres Taput itu berharap agar proses tender dapat segera dimulai pada Juli 2026 mendatang sehingga pekerjaan fisik dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun. Terkait pembebasan lahan, ia menjelaskan bahwa telah tercapai kesepakatan bersama antara tokoh masyarakat dan raja adat dari kedua wilayah, yakni Raja Simargarap dari Tapteng dan Raja Sihaporas dari Taput, sehingga proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

‎Jonius menambahkan ke depan dengan keberadaan jalan itu nantinya akan menjadi salah satu jalur alternatif, saat terjadi gangguan atau bencana pada jalur utama seperti pada bencana November 2025 lalu yang memutus konektivitas jalan Tarutung-Sibolga.

“Maka itu, kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas rencana pembangunan jalan ini. Proyek strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga di wilayah perbatasan, sekaligus menjadi simbol nyata hadirnya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar di pelosok daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tapteng dan Taput dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk menyambung akses Kecamatan Pasaribu Tobing dengan Kecamatan Parmonangan. Kolaborasi antara provinsi dan dua kabupaten ini kami harapkan dapat segera tuntas, sesuai harapan masyarakat," ujarnya.

Masinton menegaskan pentingnya proyek ini bagi masyarakat lokal dan mereka berkomitmen akan mulai membuka akses yang selama ini belum lancar. Seperti yang disampaikan masyarakat, mereka telah lama menantikan akses jalan yang layak. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, kawasan tersebut belum pernah mendapat perhatian untuk pembangunan jalan beraspal yang memadai. (hm25)


Halaman:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN