Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Mahasiswa BEM Nusantara Sumut Demo DPRD, Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Aktivis KontraS

Mistar.idRabu, 1 April 2026 pukul 15.50 WIB
mahasiswa_bem_nusantara_sumut_demo_dprd_desak_usut_tuntas_kasus_penyiraman_aktivis_kontras

Puluhan massa aksi menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut. (Foto:Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (1/4/2026).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara. Mereka menyuarakan tuntutan atas dugaan tindakan represif terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang disebut menjadi korban penyiraman air keras.

Dalam orasinya, massa aksi mendesak lembaga legislatif untuk tidak tinggal diam dan segera menindaklanjuti kasus tersebut secara serius.

“Kami meminta DPR RI melalui DPRD Sumut untuk menindaklanjuti tuntutan kami. Hentikan tindakan represif dan keji terhadap aktivis KontraS, saudara kami Andrie Yunus,” ujar salah satu orator.

Para mahasiswa menilai insiden penyiraman tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan sipil. Mereka juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat di muka umum tanpa adanya intimidasi maupun kekerasan.

“Mengapa kebebasan berekspresi kini dibungkam dan ditindas. Kita semua tahu bangsa Indonesia adalah bangsa besar. Namun, mengapa masih ada penindasan terhadap masyarakat yang bersuara,” katanya di tengah rintik hujan.

Dalam aksi tersebut, BEM Nusantara Sumut menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengecam segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil serta meminta jaminan kebebasan berekspresi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kepada Komisi A DPRD Sumut agar menjadi keterwakilan kami. Kami ingin para pelaku penindasan diadili secara seadil-adilnya. Penyiraman air keras ini sangat represif dilakukan TNI,” ucapnya.

Selain itu, mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, termasuk menangkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Massa turut meminta DPR RI melalui DPRD Sumut untuk aktif mengawal proses penyelidikan hingga tuntas.

Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut agar empat tersangka dalam kasus tersebut diadili secara transparan dan terbuka kepada publik.

Pantauan Mistar, puluhan aparat kepolisian turut berjaga di sekeliling massa aksi guna menghindari tindakan anarkis. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih menyampaikan aspirasi secara bergantian di depan gedung dewan dan belum satu pun perwakilan DPRD Sumut menemui massa aksi. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN