Kuota Pupuk Bersubsidi Kabupaten Dairi Tahun 2026 Menurun Signifikan, Ini Sebabnya

Kabag Perekonomian Setda Dairi, Lipinus Sembiring. (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Dairi pada tahun 2026 menurun secara signifikan dibandingkan kuota tahun sebelumnya.
Hal ini dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Dairi yang juga anggota Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), Lipinus Sembiring, saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (5/2/2026).
Dijelaskannya, berdasarkan monitoring dan evaluasi (monev) KP3 terhadap penyerapan pupuk bersubsidi tahun 2025, rendahnya serapan di sektor pertanian disebabkan kemarau panjang yang mengganggu jadwal tanam petani.
“Dari laporan monev dengan ringkasan empat jenis pupuk bersubsidi serta realisasi kuota tahun 2025 dan kuota 2026, terjadi penurunan secara signifikan, yakni lebih dari tujuh ribu ton. Angka itu juga berdasarkan hasil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” kata Lipinus.
Ia merinci, total kuota pupuk bersubsidi tahun 2025 sebanyak 58.210 ton dengan realisasi 44.849 ton atau setara 77,0 persen. Sementara kuota tahun 2026 ditetapkan sebanyak 50.959 ton, dengan rincian Urea 20.277 ton, NPK 27.336 ton, NPK-FK 1.405 ton, dan pupuk organik 1.941 ton.
Selain penurunan kuota, terjadi pula perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga Urea sebelumnya Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, NPK-FK dari Rp3.300 menjadi Rp2.640, serta pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram. Selisih penurunan harga berkisar Rp160 hingga Rp660.
Meski kuota menurun signifikan, hasil monev menilai alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 masih mencukupi jika dibandingkan dengan tingkat serapan pada tahun 2025.
Sementara itu, terkait dampak penurunan kuota pupuk bersubsidi, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Pemkab Dairi, Kesti Angkat, belum bersedia memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
“Hubungi Kabid Sarpras saya saja ya,” ujar Kesti melalui pesan WhatsApp. (hm25)
























