Monday, June 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Resmikan Jembatan di Desa Lubuk Ampolu

Mistar.idSenin, 8 Juni 2026 20.59
journalist-avatar-top
FM
kasad_jenderal_tni_maruli_simanjuntak_resmikan_jembatan_di_desa_lubuk_ampolu

KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan jembatan modular tipe 21 di Desa Lubuk Ampolu. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR ID

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Pangdam I BB Mayjen TNI Hendy Antariksa dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meresmikan jembatan modular tipe 21 di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Senin (8/6/2026).

Jembatan di Desa Lubuk Ampolu ini menjadi salah satu lokasi terdampak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsong pada November 2025 lalu dan kembali dibangun TNI Angkatan Darat (AD) untuk warga menggantikan akses yang terputus pascabencana.

Usai peresmian, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan, bahwa kedatangannya ke Tapteng adalah untuk meninjau sejumlah pembangunan dan jembatan modular di Desa Lubuk Ampolu yang sudah dibangun TNI AD Angkatan Darat.

"Sejauh ini TNI AD telah membangun 24 jembatan penghubung di Tapteng sebagai langkah pemulihan bencana," ujarnya.

Menurut jenderal bintang empat ini, ia melihat tentara sudah melaksanakan pemulihan pasca bencana dengan baik dengan bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, jembatan modular dipilih karena dinilai solusi paling tepat dan efektif untuk mengembalikan akses vital warga dalam waktu singkat, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kekuatan bangunan yang kokoh.

Secara penggunaan jembatan moduler, sambungnya, secara umum sebetulnya sudah sangat cukup kuat untuk bisa dilewati 20 ton, mobil bisa lewat bersamaan.

"Sebenarnya lebih baik jembatan permanen, tapi prosesnya akan butuh biaya lebih besar dan waktu yang lama. Jadi ini juga nanti mungkin kalau sudah diubah ke permanen juga tidak masalah," ucapnya.

Ia berharap jembatan ini akan sangat berguna untuk membangkitkan laju perekonomian masyarakat. Sebab, Kalau tidak ada jembatan masyarakat yang membawa hasil bumi akan sulit dan anak-anak ke sekolah dan komunikasi antar desa akan lebih mudah.

Menurutnya kendala dalam pembangunan jembatan hanya dalam distribusi saja. Besi-besi panel bahan jembatan untuk sampai ke lokasi pembangunan itu mulai dari Belawan membutuhkan proses panjang.

"Dari Belawan didorong ke sampai ke sini, ya itu cukup memerlukan waktu yang lama," tutupnya.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menyampaikan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah dalam pemulihan bencana di Tapteng.

Menurutnya, berkat perhatian Presiden yang kemudian memerintahkan KASAD untuk membantu daerah-daerah Tapteng yang banyak akses terputus termasuk beberapa jembatan pasacabencana.

"Ada belasan jembatan yang sudah dikerjakan oleh teman-teman dari TNI AD melalui perintah Kasat, Pangdam, Danren dan Kodim serta batalion bekerjasama dengan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatan yang baru diresmikan tadinya 10 meter sekarang bentangnya sudah 30 meter karena berkali-kali mengalami bencana.

Menurut Masinton, dengan keberadaan jembatan itu tentunya akan membantu mobilitas warga khususnya di wilayah Badiri, Desa Lubuk Ampolu dan sekarang ada belasan jembatan yang sudah dikerjakan dan itu menghubungkan antar desa.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN