Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kapolri: Puncak Mudik 2026 Capai 270.315 Kendaraan, Naik 4,62 Persen

Mistar.idJumat, 20 Maret 2026 pukul 22.48 WIB
kapolri_puncak_mudik_2026_capai_270315_kendaraan_naik_462_persen

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers. (foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, berdasarkan data yang diterima pihaknya, sebanyak 270.315 kendaraan melakukan pergerakan pada saat puncak mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026. Kata Sigit, jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 4,62% jika dibandingkan dengan total kendaraan yang bergerak pada puncak mudik tahun lalu.

“Berdasarkan laporan dari pihak Jasa Marga terkait dengan puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret 2026 kemarin. Saat puncak mudik, ada 270.315 kendaraan yang bergerak, angka ini meningkat 4,62% dibandingkan Operasi Ketupat atau operasi pengamanan mudik tahun 2025 sebesar 258.383 kendaraan,” ujar Listyo Sigit Prabowo di Pos Blok Medan, pada Jumat (20/3/2026) malam.

Sementara untuk arus balik mudik Lebaran, lanjut Sigit, diprediksi terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Maret 2026 mendatang. Kemudian puncak mudik kedua akan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026 atau tiga hari setelahnya. Kemudian, untuk wilayah Jakarta, dari tanggal 11 Maret hingga 20 Maret 2026, tercatat ada sebanyak 1.740.968 kendaraan keluar dari Jakarta, jumlah ini naik kurang lebih 2,82% jika dibandingkan dengan Lebaran tahun 2025 lalu.

“Untuk itu, berbagai upaya tentunya telah dilakukan mulai dari bagaimana mengatur ganjil genap, kemudian contraflow, dilanjutkan one way lokal maupun one way nasional. Semua dilakukan untuk mengurai potensi-potensi kemacetan yang ada,” kata Sigit.

Kemudian untuk angkutan, seperti angkutan orang atau bus-bus yang ada di terminal, tercatat ada 1.160.398 penumpang yang berangkat hingga puncak mudik Lebaran tadi. Jumlah ini naik 23,8% jika dibandingkan pada saat Operasi Ketupat tahun 2025. Lalu di stasiun kereta api, terdapat 1.429.364 penumpang berangkat atau naik 12,85% dibandingkan pada saat Operasi Ketupat tahun 2025.

“Lalu di bandara terdapat 1.950.045 penumpang atau naik 0,81% dibandingkan Operasi Ketupat tahun 2025. Kemudian, di pelabuhan terdapat 1.744.768 penumpang yang berangkat atau naik 2,53% dibandingkan Operasi Ketupat tahun 2025,” bebernya.

Awalnya, berdasarkan hasil catatan survei pihaknya, jumlah pemudik tahun ini diprediksi akan mengalami penurunan, namun faktanya ternyata terjadi peningkatan pemudik. Untuk itu, Polri telah menerapkan one way nasional, yang secara resmi telah dihentikan pada Jumat, 20 Maret 2026 sekitar pukul 14.22 WIB, dan kini semua kondisi telah berjalan normal. Namun demikian, dengan catatan bahwa anggota tetap harus waspada, khususnya yang di wilayah Jawa atau jalur tol Jawa, terkait potensi adanya bangkitan pasca malam takbir hari ini atau pasca salat Id besok pagi.

Kemudian, sejak beberapa waktu lalu BMKG juga telah melaksanakan kegiatan operasi modifikasi cuaca. Modifikasi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengelola agar tidak terjadi banjir, tidak terjadi tanah longsor di daerah-daerah yang menjadi jalur mudik, serta untuk mengurangi potensi hujan ekstrem, ujarnya mengakhiri.

“Walaupun beberapa hari ke depan ini juga menjadi PR yang harus kita antisipasi dan kita pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh satgas bencana yang ada di pos-pos terpadu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya apabila terjadi potensi-potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG,” tuturnya.

Lanjut Kapolri, ia juga mengingatkan arahan dari Kementerian Perhubungan yang menyarankan masyarakat agar bisa menghindari puncak arus balik dengan menjalankan program WFA yang akan dibuka pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2026 sehingga bisa mengurai potensi puncak arus balik yang akan terjadi pada tanggal 24 Maret.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menerapkan pembatasan kendaraan-kendaraan sumbu 3 ke atas. Tujuannya untuk mencegah terjadinya gangguan lalu lintas selama mudik Lebaran berlangsung. “Kemarin sudah diberlakukan, ini akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 29, kecuali yang memang diberikan prioritas untuk bisa masuk karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari,” ujarnya mengakhiri. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN