Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

HUT Toba ke-27: Pameran Hasil Bumi 16 Kecamatan dan Lomba Tradisional Batak

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 pukul 21.50 WIB
hut_toba_ke27_pameran_hasil_bumi_16_kecamatan_dan_lomba_tradisional_batak

Pameran hasil pertanian Kecamatan Nassau. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Salah satu agenda utama adalah pameran hasil bumi dari 16 kecamatan yang menampilkan beragam produk pertanian unggulan daerah.

Selain pameran, acara ulang tahun juga diisi dengan berbagai perlombaan, seperti lomba solu (sampan) tradisional dan tari-tarian Batak Toba (tor-tor) untuk melestarikan budaya lokal.

“Dengan menyaksikan acara HUT Toba ke-27, kita dapat melihat keanekaragaman hasil pertanian di kabupaten ini. Tampilan solu tradisional dan tortor juga bertujuan mengajak generasi muda untuk tidak hanya melestarikan, tetapi juga mencintai budaya Batak,” ujar Kabag Pemerintahan sekaligus Sekretaris Panitia HUT Toba, Saut Sihombing pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini digelar untuk menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kabupaten Toba menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Selain itu, pameran tersebut juga menjadi ajang promosi potensi pertanian yang dimiliki daerah tersebut.

Perlu diketahui, hampir di semua kecamatan dikenal sebagai daerah penghasil padi sehingga Kabupaten Toba sebagai salah satu lumbung padi atau swasembada padi. Namun ada beberapa kecamatan menanam cabai, bawang, jagung, dan tanaman palawija lainnya.

Ada juga empat kecamatan dengan tanaman pertanian khas yang tidak dimiliki 12 kecamatan lainnya, seperti kelapa sawit yang tumbuh subur di Kecamatan Habinsaran, Borbor, Nassau, dan Pintu Pohan Meranti.

Selain itu, tiga kecamatan, yakni Habinsaran, Borbor, dan Nassa juga memiliki tanaman endemik seperti andaliman dan haminjon (kemenyan) yang tidak dapat tumbuh subur di kecamatan lain.

Dalam pameran tersebut, menurut seorang camat yang membuka stand, pengunjung dapat mencicipi hasil bumi secara gratis, mulai dari buah-buahan khas setiap kecamatan hingga membeli cabai, bawang, dan produk lainnya sebagai oleh-oleh.

Camat Nassau, Sabam Pardosi, menjelaskan bahwa wilayah kecamatannya memiliki luas 335,50 km², dengan mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani kelapa sawit dan karet. Dalam pameran, warga memperkenalkan berbagai produk pertanian mereka kepada pengunjung.

“Kendati sebagian besar warga adalah petani sawit, ada juga yang menanam jagung, cabai, asam gelugur, andaliman, dan kemenyan, karena tidak seluruh wilayah cocok untuk sawit. Selain itu, ada tanaman keras seperti durian, langsat, kelapa, dan pinang,” jelas Sabam.

Sabam menambahkan, Kecamatan Nassau merupakan salah satu kecamatan terluas di Kabupaten Toba dengan lahan yang cukup luas untuk perkebunan kelapa sawit, dan sudah banyak warga yang memiliki lahan sawit.

“Dengan memiliki lahan perkebunan kelapa sawit, tingkat ekonomi warga relatif memadai saat ini. Hasil panen dapat dijual ke Labuhan Batu Utara (Labura), karena kecamatan ini berbatasan langsung dengan Labura,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN