Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Gubernur Bobby Pastikan Percepatan Rekonstruksi Pascabencana di Tapteng

Mistar.idSelasa, 14 April 2026 17.40
journalist-avatar-top
FM
gubernur_bobby_pastikan_percepatan_rekonstruksi_pascabencana_di_tapteng

Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Bupati Masinton Pasaribu saat mengunjungi lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapteng. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi sejumlah lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Senin (13/4/2026) hingga Selasa (14/4/2026)

Kunjungan selama dua hari bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut itu sebagai upaya percepatan rekonstruksi pascabencana.

Di Dusun I Desa Lubukampolu Kecamatan Badiri, rombongan memantau kondisi Sungai Badiri yang tengah dalam proses pembangunan sabo dam dan tanggul.

Selain itu, rombongan juga memastikan pengerjaannya berjalan sesuai rencana, sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

Bobby mengatakan setelah dilakukan pengerukan, di area sungai ini akan dilakukan pembangunan sheetpile atau turap untuk mencegah erosi dan menahan air agar tidak meluap saat debit air tinggi.

Menurutnya, pembangunan sheetpile ini untuk memperkuat bantaran sungai dan menstabilkan aliran sungai setelah terdampak bencana banjir.

"Kami berharap upaya ini dapat mengurangi risiko banjir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar. Saya minta ini secepatnya dibangun, karena memang sudah ada anggarannya. Jangan lama-lama, segera kerjakan pemantapan tanggul sungai,” ujarnya.

Ia juga mendorong percepatan pekerjaan dan menyoroti aspek teknis di lapangan agar tidak terhambat oleh persoalan administrasi maupun kelalaian. Bobby menekankan pentingnya antisipasi terhadap tantangan di lapangan, mengingat banjir besar sebelumnya sempat merusak timbunan batu tanggul.

“Saya minta kepada masyarakat, tolong dukungannya. Jadi nanti kalau ada yang masuk dan mengerjakan tanggul bisa dibantu kelancarannya. Karena memang tadi dari PU, ini aliran sungainya mau digeser sementara, supaya pembangunan tanggul bisa berjalan lancar,” katanya.

Bobby berpesan kepada warga mengingat kawasan itu merupakan sempadan sungai, apabila masuk zona merah tidak boleh lagi di buat untuk hunian tempat tinggal.

"Kalau untuk beraktivitas mencari mata pencaharian, silakan saja, dan untuk hunian, kita (Pemprov Sumut) siap bantu. Mau membangun rumahnya (rusak ringan dan berat) boleh, mau kita yang siapkan lahan juga boleh," katanya menanggapi keluhan warga.

Sebelumnya, warga Desa Lubukampolu, Darmi Sihombing, kepada Gubernur Sumut mengaku khawatir dengan kondisi cuaca saat ini.

Ia menyebut intensitas hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dalam waktu singkat. Kondisi ini semakin menyulitkan aktivitas warga yang harus menyeberangi sungai menuju ladang, setelah jembatan sebelumnya hanyut akibat banjir pada akhir 2025.

Halaman:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN