Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
SUMUT

FSN XVIII dan MTQ XVII Labura Dibuka, Ini Pesan Bupati Hendri Sitorus

Mistar.idKamis, 14 Mei 2026 pukul 16.43 WIB
fsn_xviii_dan_mtq_xvii_labura_dibuka_ini_pesan_bupati_hendri_sitorus_

Bupati Labura H Hendri Yanto Sitorus memukul bedug tandai dimulainya FSQ VIII dan MTQ XVII Labura Tahun 2026. (foto: sunusi/mistar)

news_banner

Labura, MISTAR.ID

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), H Hendri Yanto Sitorus membuka Festival Seni Nasyid (FSN) XVIII dan MTQ XVII Labura di aula Ahmad Dewi Syukur Aek Kanopan, Kamis (14/5/2026).

Dalam sambutannya, Hendri mengatakan di tengah efesiensi saat ini Pemkab Labura tetap melaksanakan kegiatan tersebut. "Efesiensi bukan berarti mengurangi kualitas, tetapi memangkas kemubaziran," ujarnya.

Meski acara menggunakan panggung sederhana, Hendri meminta kegiatan tetapi diisi dengan hati yang khusuk. Menurutnya cukupkan perlengkapan yang esensial, sisanya adalah kekuatan niat dan keikhlasan.

"Mari kita manfaatkan aula dan pendopo, masjid dan sekolah tanpa menyewa venue yang mahal. Mari kita libatkan kontribusi pemuda dan ibu-ibu majlis ta'lim untuk pelaksaan teknis," katanya.

Pada bagian lain, bupati meminta agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai bentuk muhasabah atau instrospeksi diri, bukan sekadar kejuaraan. "Bacalah Al Qur'an dengan tajwid dan lagu yang menyentuh jiwa, serta bawakan qasidah yang mengajak pada kebaikan," ucapnya.

Ketua Umum Panitia, H Marwanyah dalam laporannya menyebutkan, peserta MTQ sebanyak 316 orang terdiri dari 151 laki-laki dan 165 perempuan. Sedangkan untuk FSQ diikuti 65 peserta nasyid.

Untuk pelaksanaan kegiatan, Kabag Kesra Jefri Tambunan menyebutkan, panitia membagi lokasi kegiatan pada enam titik yang tersebar di sejumlah titik di Kelurahan Aek Kanopan dan Aek Kanopan Timur.

Dewan Hakim Diminta Objektif

Dalam kesempatan itu, Hendri dan Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus mengingatkan dewan hakim yang dilantik untuk menilai peserta FSQ XVIII dan MTQ XVII Tahun 2026 Labura bertindak objektif.

"Kepada dewan hakim, dewan juri dan panitia, beri penilaian yang objektif, tetapi ramah. Masa efesiensi bukan alasan menurunkan apresiasi terhadap usaha peserta," katanya.

Sebelumnya, Rimba juga menyatakan hal senada dalam sambutannya. Menurutnya, dewan hakim harus memberikan penilaian dengan sebenar-benarnya. "Jangan ada titipan-titipan," tandasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN