Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
SUMUT

Disemprot Pestisida, Hasil Panen Padi Petani Patane I Tetap Anjlok

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 21.04 WIB
disemprot_pestisida_hasil_panen_padi_petani_patane_i_tetap_anjlok

Petani melakukan penyemprotan pestisida didampingi dinas terkait. (foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Harapan petani di Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, untuk menyelamatkan hasil panen setelah tanaman padi mereka diserang hama ulat belum sepenuhnya terwujud. Meski sebelumnya telah dilakukan penyemprotan pestisida oleh Dinas Pertanian Toba, hasil panen sejumlah petani tetap jauh di bawah kondisi normal.

Salah seorang petani, U. Siregar, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya dari adiknya, sawah yang terserang hama dan telah mendapat penyemprotan pestisida tetap menghasilkan panen yang tidak memuaskan.

“Setelah dipanen, hasil gabah padi beratnya per goni biasanya 90 hingga 100 kilogram. Namun, padi yang terserang hama meskipun telah disemprot pestisida, berat per goni hanya 40 hingga 50 kilogram. Toke juga enggan membeli karena ringannya gabah padi tersebut,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, rendahnya hasil panen tersebut kemungkinan disebabkan serangan hama yang sudah terlalu parah sehingga penyemprotan pestisida tidak mampu memberikan hasil maksimal.

“Semoga saja setelah ditolak toke, hasil beras setelah penggilingan sedikit bagus dan bisa dikonsumsi. Jika tidak, terpaksa dibuang atau jika dimungkinkan akan dijadikan dedak untuk pakan ternak,” tuturnya.

Pemilik lahan, R. Manurung, mengatakan hampir seluruh petani yang lahannya terserang hama mengalami hasil panen yang tidak memuaskan meskipun telah dilakukan penyemprotan pestisida.

“Bahkan ada teman yang lahannya biasanya bisa menghasilkan panen hingga 120 kaleng. Namun, akibat serangan hama, hasilnya hanya sekitar 30 kaleng padi. Kalau saya sendiri, hasil panen hanya sekitar 50 persen dari biasanya. Namun, saya masih cukup beruntung karena hasil panen tersebut masih ada toke yang membelinya,” tuturnya.

Sebelumnya, tanaman padi seluas sekitar 5-10 hektare di Desa Patane I, Kecamatan Porsea, terserang hama ulat yang menyebabkan busuk batang. Dinas Pertanian Kabupaten Toba kemudian melakukan gerakan pengendalian (gerdal).

Kepala Dinas Pertanian Toba, Lena Pardede, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat Desa Patane I mengenai tanaman padi yang diserang hama ulat dan diduga berdampak menyebabkan busuk batang.

“Sesuai prosedur, seharusnya masyarakat atau kelompok tani menyampaikan surat agar dilakukan gerdal. Namun, karena berdasarkan informasi warga serangan tersebut cukup parah, kami langsung turun. Diperkirakan pukul 10.00 WIB petugas dari dinas akan turun ke lokasi untuk melakukan gerdal,” ujar Lena, Selasa (28/7/2026).

Lena berharap, setelah dilakukan gerdal, Dinas Pertanian dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi petani melalui penyemprotan pestisida yang tepat. Namun, sebelumnya petugas akan mengecek terlebih dahulu jenis penyakit yang menyerang tanaman padi.

“Nantinya setelah dilakukan penyemprotan pestisida pada tanaman padi, semoga saja petani tersebut tidak mengalami gagal panen,” ucapnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN