Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

BPBD Toba Bentuk Satgas Tanggap Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Senyar

Mistar.idKamis, 27 November 2025 15.48
journalist-avatar-top
NS
bpbd_toba_bentuk_satgas_tanggap_cuaca_ekstrem_akibat_siklon_tropis_senyar

Kantor BPBD Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Pemerintah Kabupaten Toba melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toba membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mewaspadai cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Toba akibat Siklon Tropis Senyar yang memicu curah hujan tinggi dan berpotensi menimbulkan banjir serta longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Toba, Robert Manurung, mengatakan bahwa sesuai rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara mengenai kondisi cuaca ekstrem yang berkembang sejak 21 November 2025, BPBD Toba langsung membentuk satgas tanggap bencana.

“Posko satgas tanggap bencana memiliki sistem kerja bergilir (shift) yang dibagi menjadi tiga bagian agar dapat melayani pengaduan selama 24 jam setiap hari. Jika terjadi bencana, kita langsung turun ke lapangan untuk mengevakuasi, memberikan bantuan, dan mendirikan tenda bagi korban,” ucap Robert.

Kepala BPBD Toba, Sikkat Sitompul, menambahkan bahwa cuaca ekstrem dapat berupa angin kencang serta hujan lebat hingga sangat ekstrem. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan bencana di Toba, mengingat kondisi geografis yang memiliki banyak pegunungan dan aliran sungai.

“Untuk itu, masyarakat Toba diimbau agar selalu waspada terhadap kemungkinan banjir bandang, terutama yang tinggal di bantaran sungai, serta potensi longsor bagi warga yang bermukim di kaki perbukitan dan pegunungan. Segera laporkan kepada desa atau camat untuk diteruskan kepada BPBD, dan kami siap turun ke lokasi,” ujar Sikkat, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan, selain melalui desa dan kecamatan yang telah dikoordinasikan lintas OPD, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan terkait potensi bencana melalui call center pelayanan di nomor 0811 6100 112.

“Segera berikan pengaduan sekecil apa pun terkait potensi bencana, baik melalui desa, kecamatan, maupun call center, agar satgas dapat turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sikkat menyampaikan bahwa beberapa kecamatan di Toba memiliki potensi bencana longsor dan banjir. Potensi longsor terdapat di Kecamatan Ajibata, Lumbanjulu, Tampahan, Silaen, Pintu Pohan Meranti, Habinsaran, Nassau, dan Borbor. Sementara wilayah rawan banjir mencakup Kecamatan Porsea, Silaen, Narumonda, dan Balige.

“BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial yang selalu siaga dengan dapur umum, serta PUTR yang siaga alat berat dan siap digunakan kapan saja. Kami juga telah menyiapkan beberapa tenda untuk ditempatkan di Polres Toba,” tutupnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN