BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Sumut, Medan hingga Danau Toba Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Malam Ini

Ilustrasi, Medan hingga Danau Toba Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Malam Ini. (foto:dokumen/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
BMKG mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa (30/6/2026) malam. Sejumlah daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG Sumut pada pukul 19.00 WIB, kondisi cuaca tersebut mulai berpotensi terjadi sekitar pukul 19.10 WIB dan diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 22.10 WIB.
Hujan Lebat Mulai Terpantau di Empat Kabupaten
Pada fase awal, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Simalungun, dan Serdang Bedagai.
Di Kabupaten Langkat, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Pangkalan Susu, Besitang, Brandan Barat, dan Pematang Jaya.
Sementara di Kabupaten Deli Serdang, potensi hujan lebat terpantau di Kecamatan Galang, Pagar Merbau, Pantai Labu, dan Beringin. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Bosar Maligas, Dolok Batu Nanggar, dan Ujung Padang di Kabupaten Simalungun serta Pantai Cermin, Perbaungan, dan Pegajahan di Kabupaten Serdang Bedagai.
Cuaca Ekstrem Berpotensi Meluas ke Medan dan Danau Toba
BMKG memperkirakan area hujan akan terus berkembang dan meluas ke berbagai wilayah lainnya di Sumatera Utara.
Daerah yang berpotensi terdampak meliputi kawasan Danau Toba, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Karo, Asahan, Batu Bara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Labuhanbatu Utara, hingga sejumlah wilayah di pesisir timur Sumatera Utara.
Kota Medan juga masuk dalam wilayah yang diprediksi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Hampir seluruh kecamatan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut berada dalam area yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Selain Medan, potensi cuaca ekstrem juga mencakup Kota Binjai, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, dan Tanjungbalai.
Waspadai Dampak Ikutan Cuaca Ekstrem
Selain hujan berintensitas tinggi, masyarakat diminta mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas akibat jarak pandang yang menurun.
Di kawasan dataran tinggi seperti Kabupaten Karo dan sebagian wilayah sekitar Danau Toba, hujan lebat juga berpotensi meningkatkan risiko longsor, terutama di daerah dengan kondisi lereng yang curam.
Sementara di wilayah perkotaan, hujan deras dalam waktu singkat dapat memicu genangan pada sejumlah ruas jalan yang memiliki kapasitas drainase terbatas.
Aktivitas pelayaran dan transportasi di kawasan perairan Danau Toba juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan cuaca secara tiba-tiba yang disertai angin kencang.
Mengapa Hujan Lebat Terjadi di Banyak Wilayah Sekaligus?
Fenomena hujan yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah Sumatera Utara umumnya dipengaruhi pertumbuhan awan konvektif yang berkembang secara cepat pada sore hingga malam hari.
Kondisi geografis Sumatera Utara yang memiliki pegunungan, dataran rendah, kawasan pesisir, serta perairan luas seperti Danau Toba menjadi faktor yang mendukung terbentuknya awan hujan dalam skala cukup besar.
Saat awan konvektif berkembang menjadi awan Cumulonimbus, hujan lebat biasanya disertai petir, kilat, dan hembusan angin yang lebih kuat dibanding kondisi normal.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memantau perkembangan cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini berlangsung.
Warga yang sedang beraktivitas di luar ruangan disarankan menghindari tempat terbuka saat terjadi petir, tidak berteduh di bawah pohon besar, serta berhati-hati ketika berkendara di tengah hujan deras.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, maupun pohon tumbang juga diminta untuk mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca ekstrem hingga kondisi dinyatakan aman.
Peringatan dini ini diperkirakan berlaku hingga pukul 22.10 WIB atau menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer yang terus dipantau oleh BMKG Sumatera Utara.
(bmkg/hm27)
























