Biaya Transportasi Tinggi Bikin Harga Pupuk Subsidi di Toba Melampaui HET

Pupuk subsidi. (Foto: Istimewa/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Tingginya biaya transportasi untuk mendistribusikan pupuk subsidi dari kios atau pengurus kelompok tani ke rumah petani menyebabkan harga pupuk tidak lagi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Tidak sedikit petani menilai harga pupuk subsidi saat ini melampaui HET karena dibebani biaya transportasi yang cukup tinggi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000 per zak jika pupuk diantar langsung ke rumah petani.
Salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengatakan, memang telah terjadi kesepakatan terkait biaya transportasi. Namun, besaran biaya tersebut dinilai sangat mencekik karena dihitung per zak, tanpa membedakan jarak dekat maupun jauh.
“Hati kecil kami tidak terima dengan besarnya biaya tersebut. Kalau ada 100 zak yang diantar, sudah berapa besar biaya transport yang harus dikeluarkan petani,” ucapnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Porsea dari Dinas Pertanian Toba, Rahman Pane, mengatakan pihaknya tidak bisa mengintervensi penetapan biaya transportasi antara petani dengan pengurus kelompok tani maupun kios pupuk karena hal itu merupakan hasil kesepakatan bersama.
“Wewenang kami hanya memastikan HET pupuk subsidi yang dijual kios sesuai ketentuan, disalurkan sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), dan dibagikan kepada kelompok tani tanpa penyimpangan,” ujarnya, Senin (19/1/2025).
Ia menyarankan, jika petani tidak ingin terbebani biaya transportasi yang tinggi, sebaiknya menjemput pupuk l


























