PDIP Sumut Salurkan Bantuan kepada 495 Siswa Terdampak Keracunan MBG di Karo

DPD PDI-P Sumut memberikan bantuan dalam bentuk rekening tabungan kepada pelajar terdampak keracunan MBG di Berastagi, Kabupaten Karo. (foto: Humas PDIP Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - DPD PDI-P Sumatera Utara menyalurkan bantuan kepada 495 siswa terdampak keracunan Makan Bergizi Gratis di Berastagi, Kabupaten Karo.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk rekening tabungan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan nominal disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing siswa.
Ketua DPD PDI-P Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri setelah pihaknya melaporkan kondisi para siswa terdampak MBG di Karo.
"Kami hadir untuk memberikan semangat, motivasi, dan kekuatan bagi anak-anak kita. Kami berharap mereka segera pulih dan pengalaman ini tidak berubah menjadi trauma," ujar Rapidin kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Menurut Rapidin, Megawati meminta kader PDI-P terus hadir mendampingi masyarakat yang terdampak persoalan tersebut.
"Ibu Megawati menanyakan perkembangan kondisi anak-anak asal Karo yang terdampak. Saya sampaikan bahwa kami terus memantau kondisi mereka. Pesan beliau kepada kami adalah agar kader partai senantiasa bersama masyarakat, hadir baik dalam suka maupun duka," katanya.
Besaran bantuan yang diberikan berbeda sesuai kondisi siswa. Mereka yang mengalami kondisi berat dan membutuhkan penanganan medis, termasuk yang dirujuk ke rumah sakit, mendapat bantuan Rp2,5 juta per orang.
Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapat Rp500.000 per orang. Sedangkan siswa terdampak yang tidak memerlukan penanganan medis mendapat Rp300.000 per orang.
Rapidin menegaskan bantuan tersebut tidak semata-mata dinilai dari besaran materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa dan keluarga yang terdampak.
"Ini bukan sekadar soal nilai materi. Kami ingin menyampaikan bahwa kader PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ketua Umum kami, Megawati Soekarnoputri hadir untuk memberikan semangat dan dukungan bagi anak-anak kita," tegasnya.
Sekretaris PDI-P Sumut, Soetarto, mengatakan berdasarkan data yang diterima pihaknya, terdapat 495 siswa dari sejumlah sekolah di Berastagi yang terdampak insiden tersebut.
Rinciannya, 28 siswa berasal dari SD Yayasan Bersama, 43 siswa dari SMP Yayasan Bersama, 54 siswa dari SMA Yayasan Bersama, 325 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, dan 45 siswa dari SMK Negeri Merdeka Berastagi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 396 rekening bantuan telah dibuat melalui BRI. Sementara 99 rekening lainnya masih dalam proses karena terdapat kendala pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang perlu diperbaiki.
"Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh rekening yang saat ini terkendala masalah data dapat segera diselesaikan, sehingga bantuan dapat tersalurkan kepada semua siswa yang terdaftar," ujar Soetarto.
Soetarto menambahkan, bantuan serupa akan diberikan kepada siswa terdampak MBG di daerah lain di Sumatera Utara, termasuk Asahan dan Deli Serdang.
"Kami memulainya di Tanah Karo. Selanjutnya, kegiatan ini juga akan dilaksanakan di daerah lain, termasuk Deli Serdang dan Asahan. Hal ini mencerminkan kepedulian kader PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap anak-anak yang terdampak," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, mengatakan pendampingan terhadap para siswa dan keluarga terdampak tidak berhenti pada pemberian bantuan.
"Kami akan terus mendampingi masyarakat dan memantau persoalan ini. Kami akan terus memperjuangkan hak dan kebutuhan anak-anak serta orang tua mereka melalui jalur-jalur yang tepat," katanya. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Zuriat Kedatukan Sipare-pare Terima Akta dan Peta Konsesi 1906













































