Warga Sidamanik Keluhkan Pasokan Air Bersih, Bagaimana Respons DLH Simalungun?

Salah satu umbul yang mengering di Kecamatan Pamatang Sidamanik. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Kesulitan air bersih mulai dirasakan masyarakat di wilayah Sidamanik, Kabupaten Simalungun, dalam beberapa waktu terakhir. Warga mengeluhkan berkurangnya pasokan air yang berdampak langsung pada aktivitas harian, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan menurunnya debit air dari sejumlah umbul atau mata air yang menjadi sumber utama, khususnya saat musim kemarau. Penurunan debit air ini memicu kekhawatiran akan keberlanjutan ketersediaan air bersih bagi masyarakat ke depan.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun, Daniel Silalahi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang untuk menjaga dan memulihkan sumber-sumber air.
"Kami ke depan akan melaksanakan kajian sekaligus penghutanan di sekitar umbul untuk menjaga sumber air. Upaya ini penting agar debit air bisa kembali stabil," ujar Daniel, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, DLH Simalungun juga telah lebih dahulu melaksanakan program Konservasi Tanah dan Air (KTA) sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah pembangunan bak penampung air di sekitar umbul di Tapian Dolok.
"Melalui KTA, kami membangun bak di samping umbul untuk menjaga air agar tidak langsung terbuang dan bisa dimanfaatkan lebih optimal, warga di sana juga sangat antusias," katanya.
Daniel menegaskan langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber air, sekaligus menjadi solusi atas persoalan krisis air bersih di wilayah Sidamanik.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan sumber air di masa mendatang.
























