Tumpukan Sampah di Pelabuhan Tigaras Ganggu Penumpang, Camat Dolok Pardamean Bungkam

Petugas saat mengangkut sampah menumpuk di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun. (foto: istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Persoalan sampah kembali mencoreng wajah pelayanan publik di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Tumpukan sampah yang sempat dibiarkan berhari-hari itu mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Samosir, di tengah meningkatnya arus kunjungan libur akhir tahun.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Tigaras, Bendro Purba, mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada instansi terkait, yakni Pemerintah Kecamatan Dolok Pardamean. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang.
"Kita sudah menyampaikan hal itu kepada pihak terkait, karena masyarakat yang ingin menyeberang juga terganggu," ujarnya, Senin (29/12/2025).
Menurut Bendro, pelabuhan sejatinya telah menunaikan kewajiban pembayaran retribusi kebersihan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan keterlambatan pengangkutan sampah yang terjadi berulang kali. "Kalau permasalahan kenapa tidak diangkut, kita tidak tahu. Tapi retribusi sudah kita bayarkan," katanya.
Setelah sempat menumpuk beberapa hari dan menimbulkan keluhan, sampah di area pelabuhan akhirnya diangkut hari ini. Bendro bilang, tumpukan sampah tersebut sudah dimasukkan ke mobil pengangkut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama saat momen libur panjang yang identik dengan lonjakan pengunjung.
"Hari ini sudah diangkat, sudah masuk mobil pengangkut, syukurlah. Harapan kita agar pelayanan sampah diperbaiki agar tidak mengganggu, apalagi di momen libur karena banyak pengunjung," ucapnya.
Masalah sampah ternyata tidak hanya terjadi di area pelabuhan. Warga Nagori Tigaras mengeluhkan kondisi serupa di lingkungan permukiman. Sampah rumah tangga dilaporkan tak diangkut hingga berhari-hari, sehingga menimbulkan bau tak sedap. "Sampah tidak diangkut sampai berhari-hari, sampai mengeluarkan bau tak sedap," kata Sitio, salah seorang warga.
Warga lainnya juga menyayangkan sikap pemerintah kecamatan yang dinilai kurang responsif terhadap keluhan masyarakat. Mereka menilai Camat Dolok Pardamean seolah 'tutup mata dan tutup hidung' terhadap persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan warga.
Sementara itu, Camat Dolok Pardamean, Sahat Jan Sidabutar, belum memberikan klarifikasi. Upaya wartawan untuk mengonfirmasi persoalan ini melalui sambungan telepon seluler tidak mendapat respons.
Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap kualitas pelayanan kebersihan di kawasan strategis pariwisata Danau Toba. Warga berharap pemerintah kecamatan segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan sampah agar tidak kembali mencoreng citra daerah, terutama di tengah tingginya kunjungan wisatawan.
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER























