Simalungun Usulkan Cetak Sawah Baru 200 Hektare di Purba Dolok

Area persawahan yang ada di Simalungun. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten Simalungun mengusulkan program cetak sawah baru seluas 200 hektare di Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, sebagai upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan produksi pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Simalungun, Jenri Saragih, mengatakan lokasi pencetakan sawah baru direncanakan berada di Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.
Menurut Jenri, lokasi tersebut bukan usulan baru, melainkan telah diajukan sejak beberapa tahun lalu dan akhirnya dinyatakan memenuhi syarat setelah dilakukan peninjauan oleh pihak kementerian pertanian.
"Kalau direncanakan di Purba Dolok. Itu sebenarnya sudah diusulkan beberapa tahun lalu. Di daerah Durian Baggal juga pernah diusulkan, tetapi yang memenuhi syarat Purba Dolok setelah ada kunjungan dari kementerian," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Program cetak sawah ini merupakan bagian dari paket bantuan pertanian dari pemerintah pusat yang sebelumnya diperoleh Bupati Simalungun saat bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Simalungun mendapatkan dukungan pengembangan pertanian meliputi bantuan bibit untuk 22.000 hektare lahan serta program cetak sawah baru seluas 200 hektare.
Jenri menambahkan, bantuan program tersebut akan disalurkan melalui pemerintah provinsi. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan seluruh dokumen administrasi agar program dapat segera direalisasikan.
"Dalam waktu dekat kita akan membawakan berkas usulan ke kementerian," katanya.
Terkait teknis pelaksanaan, Jenri mengaku masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. Namun, ia memastikan program tersebut akan memberi dampak signifikan bagi peningkatan produksi pertanian di daerah.
"Kalau untuk pengelolaannya kita belum mengetahui. Tetapi ketika dibangun di tempat kita, tentunya memberi manfaat bagi kita. Ketika kita yang mengerjakan, tentu akan bersinergi dengan dinas terkait," ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang bagi nagori lain untuk mengusulkan program serupa melalui pangulu sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat desa.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Simalungun dalam memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung peran Simalungun sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (hm25)
















