Simalungun Perkuat Transformasi Posyandu, Target Zero New Stunting 2027 Ditekankan

Ketua TP PKK Darmawati Anton Achmad Saragih (pegang mic). (foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Kabupaten Simalungun terus memperkuat transformasi Posyandu melalui sosialisasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang digelar Tim Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun di Kantor Camat Gunung Maligas, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempertegas target menuju Zero New Stunting pada 2027.
Sosialisasi bertema “Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat” ini dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun, Darmawati Anton Achmad Saragih, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan, Yulince Mixnon Andreas Simamora.
Camat Gunung Maligas, Ayu Rukiyah Nasution, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Simalungun kepada kader Posyandu di wilayahnya. Ia berharap arahan dari tim kabupaten dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat nagori dan dusun.
Dalam arahannya, Darmawati menegaskan Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan balita, tetapi harus bertransformasi menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat.
“Posyandu kini harus bertransformasi menjadi Integrasi Layanan Primer yang melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia. Tidak hanya menimbang balita, tapi juga melayani cek kesehatan lansia, skrining remaja, hingga konseling calon pengantin,” ujarnya.
Menurut Darmawati, transformasi tersebut sejalan dengan semangat peringatan Hari Posyandu Nasional bertema “Posyandu Kuat, Indonesia Sehat dan Hebat.”
Dalam kesempatan itu, ia juga menggaungkan gerakan KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) yang diintegrasikan dengan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Program tersebut diwujudkan melalui kunjungan rutin ke rumah warga setiap bulan, pendataan persoalan gizi, ibu hamil, lansia, hingga anak berkebutuhan khusus. Selain itu, dilakukan pelaporan data melalui sistem Dasawisma, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan masyarakat secara langsung.
Darmawati juga menekankan pentingnya validasi data lansia dan penyandang disabilitas, sekaligus memastikan tidak ada anak putus sekolah di Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan dan sosial membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pangulu, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga organisasi perangkat daerah terkait. “Semangat para kader adalah senyum Simalungun Maju di masa depan,” katanya.






















