Friday, September 25, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Perbaikan Atap Museum Simalungun Diusulkan Rp361 Juta, DPRD Dukung

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 17.15 WIB
perbaikan_atap_museum_simalungun_diusulkan_rp361_juta_dprd_dukung

Museum Simalungun di Kota Pematangsiantar. (foto: indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Atap ijuk Museum Simalungun di Kota Pematangsiantar direncanakan diperbaiki menggunakan anggaran Pemkab Simalungun sebesar Rp361 juta. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pembahasan Perubahan APBD 2026 bersama Komisi IV.

Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Abdul Razak Siregar, mengatakan pihaknya mendukung anggaran perbaikan tersebut. Menurutnya, kondisi Museum Simalungun perlu menjadi perhatian karena bangunan itu menyimpan berbagai informasi mengenai sejarah, adat dan budaya Simalungun.

"Komisi IV mendukung usulan yang disampaikan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk perbaikan atap Museum Simalungun yang terbuat dari ijuk sebesar Rp361 juta," kata Abdul Razak dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Simalungun dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (24/9/2026).

Ia menyebut Museum Simalungun saat ini dikelola sepenuhnya oleh Pemkab Simalungun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Abdul Razak juga melihat museum tersebut bukan hanya sebagai tempat menyimpan peninggalan sejarah.

Keberadaannya dinilai bisa mendukung sektor pariwisata sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD. "Ada PAD dari sana. Karena ini potret dan kacamata Bupati Simalungun," ujarnya.

Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, mengatakan Museum Simalungun dan Rumah Bolon merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dirawat. Ia berharap perbaikan museum dapat mendukung pengembangan wisata sejarah dan budaya di Simalungun.

"Kita mendukung agar ini direalisasikan, karena ini merupakan situs sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan. Semoga juga dapat menjadi daya tarik pariwisata yang juga bisa menghasilkan PAD," kata Sugiarto, Jumat (25/9/2026).

Dirinya juga mendorong agar museum tidak hanya dikunjungi wisatawan. Menurutnya, pelajar di Simalungun perlu diperkenalkan langsung dengan sejarah dan kebudayaan daerah. "Kalau bisa, anak-anak sekolah di Simalungun juga diarahkan untuk mengenal dan melihat langsung tempat-tempat seperti ini," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN