Monday, July 6, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pembangunan Kios Pasar Dwikora Mulai Dikebut, Bantuan Rp10 Juta Tahap Dua Segera Disalurkan

Mistar.idSenin, 6 Juli 2026 pukul 15.53 WIB
pembangunan_kios_pasar_dwikora_mulai_dikebut_bantuan_rp10_juta_tahap_dua_segera_disalurkan

Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Pematangsiantar, Bolmen Silalahi. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (6/7/2026) – Pascakebakaran yang melanda 311 kios di Pasar Tradisional Dwikora pada 18 Juni 2026, Pemerintah Kota Pematangsiantar mulai melakukan percepatan pembangunan melalui penataan kawasan pasar.

Penanganan yang dilakukan tidak hanya difokuskan pada pemulihan ekonomi pedagang melalui bantuan sosial, tetapi juga diarahkan pada percepatan pembangunan kawasan pasar sehingga para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas perdagangan.

Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Pematangsiantar, Bolmen Silalahi, menyampaikan seluruh langkah pembangunan kawasan pasar dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kota. Bahkan, hari ini Pemko dan PD PHJ kembali menggelar pertemuan sebagai tindak lanjut penanganan pascakebakaran.

"Penataan kawasan pasar sudah dilakukan dan sudah bersih. Untuk pembangunan kios ini akan kami bicarakan lagi dengan Pak Sekda," ujar Bolmen Silalahi, Senin (6/7/2026).

Diketahui, dari hasil pertemuan Pemerintah Kota dan PD PHJ pada 3 Juli 2026, pemerintah menyetujui skema pembangunan yang membagi tanggung jawab antara pemerintah dan pedagang. Dalam skema tersebut, pemerintah membangun infrastruktur utama yang meliputi atap balerong, lantai kios, lantai jalan, drainase, fasilitas umum, instalasi listrik, jaringan air bersih, toilet, CCTV, serta alat pemadam api ringan (APAR).

Sementara itu, para pedagang akan membangun dinding kios masing-masing sesuai spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan PD PHJ. Ukuran dan posisi kios tetap tidak berubah. Selama proses pembangunan berlangsung, pedagang akan direlokasi ke lokasi lain yang masih berada di kawasan pasar.

"Relokasi tempat sementara sudah disiapkan, sebanyak 141 kios. Sebanyak 87 kios berada di Tampomas dan 54 kios di kawasan Pasar Dwikora. Selain itu, 85 kios juga akan disiapkan di Balerong Rajawali," ujar Bolmen.

Sementara itu, sesuai kebijakan yang diambil Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, setiap kios yang terdampak memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan pada 19 hingga 22 Juni 2026 di Kantor Camat Siantar Utara.

"Tahap pertama sudah disalurkan. Sebanyak 41 pedagang menerima bantuan Rp10 juta yang langsung ditransfer ke rekening penerima. Tahap kedua masih dalam proses, tetapi pendataan sudah kami lakukan," ujarnya.

Meski demikian, proses penyaluran bantuan belum sepenuhnya terakomodasi. Bantuan tahap kedua untuk 225 kios serta tahap ketiga bagi enam kios lainnya masih dalam proses persiapan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN