Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Gadget Jadi Tantangan Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 13.51 WIB
gadget_jadi_tantangan_pembentukan_karakter_anak_usia_dini

Diskusi membahas tumbuh kembang anak lewat pendidikan holistik di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Selasa (26/5/2026). (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama adalah penggunaan gadget pada anak usia dini yang semakin meningkat. Hal ini dikatakan Head of ECED Tanoto Foundation, Michael Susanto, saat bertemu dengan Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Liswati Wesly Silalahi di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Selasa (26/5/2026).

Untuk itu, Tanoto Foundation fokus pada pengembangan pendidikan dan pendampingan kebijakan mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Tanoto Foundation mendorong penyediaan buku-buku bacaan menarik untuk meningkatkan minat baca anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap smartphone.

Selain literasi, edukasi terkait pencegahan bullying juga menjadi perhatian dalam pembentukan karakter anak.

“Kami juga mendorong peran orang tua dan tenaga pendidik agar memberikan edukasi dalam menghindari perilaku bullying di anak-anak usia dini,” katanya.

Kemudian, diperkenalkan pula program Rumah Anak SIGAP sebagai ruang aman dan ramah anak yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.

Melalui pendekatan belajar yang menyenangkan, anak-anak diajak mengenal nilai-nilai dasar seperti saling menghargai, menjaga kebersihan, disiplin, serta pentingnya keseimbangan antara belajar dan bermain.

“Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar alternatif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, dibahas pula pola pengasuhan orang tua, peningkatan literasi dan numerasi, hingga pembangunan karakter anak melalui lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Usia 0-3 tahun dinilai sebagai fase penting dalam perkembangan otak dan pembentukan karakter anak. Pada masa ini, stimulasi yang tepat berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, motorik, serta sosial emosional anak.

Liswati mengatakan perhatian terhadap pendidikan usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik anak, tetapi juga pembentukan nilai, kebiasaan positif, dan karakter sejak dini.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai lembaga menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan anak di Kota Pematangsiantar.

"Kolaborasi ini sangat baik, terlebih untuk perhatian kita terhadap tumbuh kembang anak dalam hal pendidikan serta pembangunan karakter sejak usia dini," ujar Liswati.

Lanjutnya lagi, berbagai kelompok PAUD dan Sanggar Anak Balita (SAB) selama ini telah menjalankan pembinaan yang terhubung dengan layanan posyandu di setiap kelurahan.

“Sinergi dengan Tanoto Foundation dapat memperkuat program pendidikan anak usia dini yang telah berjalan, sekaligus mendukung visi Kota Pematangsiantar sebagai Kota Pendidikan,” ucapnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN