Monday, October 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Bantuan Benih Padi di Simalungun Baru Menjangkau 6 Ribu Hektare

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 18.51 WIB
bantuan_benih_padi_di_simalungun_baru_menjangkau_6_ribu_hektare_

Wilayah pertanian di Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. (foto: indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Bantuan benih padi dari pemerintah pusat belum mencakup seluruh lahan sawah di Kabupaten Simalungun.

Kepala Dinas Pertanian Simalungun, Jenri Saragih, menyebut tahun ini bantuan benih baru diberikan untuk sekitar 6 ribu hektare. Sementara luas sawah di Simalungun mencapai sekitar 20 ribu hektare.

Hal itu disampaikan Jenri menanggapi permintaan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Simalungun, agar benih padi dan jagung yang diberikan kepada petani disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Menurut Jenri, Dinas Pertanian sudah menyalurkan bantuan benih padi dan jagung. Namun, jenis benih yang tersedia melalui program pemerintah tidak selalu sesuai dengan varietas yang diinginkan petani.

Ia mencontohkan petani jagung yang banyak menginginkan varietas Pioneer. Sedangkan benih yang disediakan pemerintah sudah ditentukan melalui program dari kementerian.

"Petani kita di Simalungun ini pinginnya bibit jagung jenis Pioneer. Jadi apa bibit yang ditawarkan, itu yang kita terima," kata Jenri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).

Ia mengatakan kondisi wilayah Simalungun juga menjadi pertimbangan. Ada daerah dataran tinggi dan ada dataran rendah, sehingga jenis benih yang digunakan tidak bisa disamaratakan.

"Daerah Simalungun cukup berbeda-beda, ada dataran tinggi dan ada dataran rendah. Jadi ketika bibitnya untuk dataran rendah, ya kita wajib menerima karena kita juga memiliki dataran rendah," ujarnya.

Jenri menyebut luas lahan jagung di Simalungun sekitar 30 ribu hektare. Dengan lahan pertanian yang cukup luas, pemerintah kabupaten tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan benih hanya melalui APBD.

Karena itu, Dinas Pertanian berharap pemerintah pusat lebih banyak membantu. "Tidak ada dari APBD, dan wilayah pertanian kita sangat luas. Jagung ada sekitar 30 ribuan hektare. Makanya kita berharap dari pusat, kita di daerah ini lebih fokus ke infrastruktur," ucapnya.

Bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) tetap diterima, meski jumlahnya terbatas. Tahun ini, sekitar 6 ribu hektare sawah mendapat bantuan benih dari pemerintah pusat. "Tetap ada dianggarkan untuk bibit di APBD induk, tetapi hanya sedikit," tuturnya.

Jenri juga menyinggung kondisi cuaca yang belakangan sulit diprediksi. Menurutnya, tidak semua jenis benih mampu bertahan ketika curah hujan tinggi atau terjadi cuaca ekstrem.

"Memang ada bibit-bibit yang premium, tetapi untuk yang dibagikan pemerintah juga bagus kok, cocok untuk beberapa wilayah kita," ucapnya.

Dinas Pertanian Simalungun, lanjut Jenri, terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian Pertanian. Kondisi pertanian di Simalungun dilaporkan secara berkala untuk menjadi bahan pengajuan bantuan.

"Kita selalu koordinasi dengan kementerian dan pemerintah provinsi untuk melaporkan situasi dan kondisi pertanian agar kita dapat bantuan-bantuan seperti bibit tadi," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN