Monday, October 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Wastra Siantar-Simalungun Naik Kelas, 30 Perajin Dibina Desainer Ali Charisma

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 11.21 WIB
wastra_siantarsimalungun_naik_kelas_30_perajin_dibina_desainer_ali_charisma

Hasil karya wastra lokal Siantar-Simalungun yang dipamerkan di ajang Karya Hita Festival (KHF) 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, Minggu (4/10/2026). (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Wastra lokal Siantar-Simalungun mulai dikembangkan menjadi produk fesyen bernilai ekonomis melalui pembinaan terhadap 30 perajin oleh desainer Ali Charisma.

Pembinaan tersebut merupakan bagian dari langkah Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Pematangsiantar dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah yang telah dilakukan sejak awal 2026.

Selama pendampingan, para perajin tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai estetika desain, tetapi juga dibekali pengetahuan teknis terkait standardisasi mutu produk.

Kepala KPw BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan para perajin diajarkan teknik meningkatkan ketahanan dan ketajaman warna dari bahan alami, termasuk memperhatikan kerapian dan kekuatan jahitan.

“Para perajin diajarkan teknik khusus meningkatkan ketahanan dan ketajaman warna dari bahan alami, hingga kerapian serta kekuatan jahitan. Hal-hal detail inilah yang menentukan apakah sebuah produk layak dibanderol harga tinggi di pasaran,” ujar Ahmadi, Senin (5/10/2026).

Menurut Ahmadi, kain tradisional atau wastra memiliki daya pikat dan nilai bisnis yang besar. Pengembangan wastra tersebut menjadi bagian dari perluasan fokus pengembangan ekonomi daerah setelah sebelumnya mendorong komoditas kopi dan teh.

Hasil pembinaan kemudian ditampilkan dalam ajang Karya Hita Festival (KHF) 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, Minggu (4/10/2026).

Ahmadi menyebut KHF 2026 yang digelar di Pantai Bebas Parapat merupakan edisi pertama. Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar.

“KHF ini menjadi istimewa karena merupakan edisi pertama yang kita helat di Pantai Bebas. Harapannya, di tahun-tahun mendatang bisa kita gelar dengan skala yang jauh lebih besar,” katanya.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam mendukung perekonomian dan pariwisata di wilayahnya.

Anton berharap KHF dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan industri menengah di Simalungun.

“Saya berharap KHF bisa membukakan pintu akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan industri menengah di Simalungun,” tuturnya.

Menurut Anton, penguatan ekonomi daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan masyarakat lokal.

“Acara ini membuktikan dampaknya secara nyata. Para pedagang dan perajin lokal ikut memegang peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Sinergi seperti inilah yang harus terus kita pelihara,” ucapnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN