Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Antrean BBM Mengular, Dua SPBU di Simalungun Masih Macet Parah Sejak Pagi

Mistar.idSenin, 8 Desember 2025 pukul 17.05 WIB
antrean_bbm_mengular_dua_spbu_di_simalungun_masih_macet_parah_sejak_pagi

Antrean kendaraan di SPBU Raya. (foto:indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Simalungun masih berlanjut dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Hingga Senin (8/12/2025), antrean kendaraan masih mengular panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Raya dan SPBU Kecamatan Panei, memicu kemacetan parah.

Pantauan di SPBU Raya menunjukkan deretan mobil angkutan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor berjajar sejak pagi hari hingga ratusan meter. Banyak warga sudah tiba subuh karena menerima informasi bahwa pasokan BBM, khususnya Pertalite, akan datang hari ini.

“Semalam habis minyak Pertalite. Tadi malam dapat info datang hari ini, makanya sudah antre dari pagi,” ujar seorang warga yang menunggu giliran mengisi BBM.

Situasi yang sama terjadi di SPBU Panei. Ratusan kendaraan memenuhi area sekitar SPBU hingga membuat arus lalu lintas tersendat. Sopir angkutan umum mengaku khawatir tidak bisa beroperasi jika pasokan kembali habis sebelum mereka mendapat bagian.

“Kalau tidak dapat minyak, kami tak bisa narik. Sudah rugi beberapa hari ini,” kata seorang sopir angkutan desa jurusan Pematangsiantar–Raya di lokasi.

Para petani yang membutuhkan BBM untuk mesin pompa air juga turut terdampak. Mereka terpaksa meninggalkan pekerjaan di sawah demi mengantre BBM yang belum tentu tersedia dalam jumlah cukup.

Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat karena terjadi menjelang akhir tahun, periode di mana aktivitas ekonomi meningkat. Banyak warga harus menambah biaya operasional, sementara pelaku usaha kecil seperti pedagang keliling dan kurir paket mulai mengeluhkan menurunnya pendapatan akibat mobilitas yang terhambat.

Di sisi lain, kemacetan panjang di dua SPBU juga mengganggu arus distribusi barang harian. Beberapa pengendara logistik mengaku waktu tempuh bertambah sehingga pengiriman barang ke pasar dan pusat usaha menjadi tidak efisien. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok jika tidak segera tertangani.

Warga berharap pasokan BBM segera normal sehingga kemacetan, gangguan ekonomi, dan antrean panjang tidak terus berlanjut di Simalungun pada periode akhir tahun yang krusial ini. (hm16)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN