Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

September 2026: Langit Mulai Dipenuhi Infrastruktur Baru

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 07.00 WIB
september_2026_langit_mulai_dipenuhi_infrastruktur_baru

September 2026: Langit Mulai Dipenuhi Infrastruktur Baru. (foto:nasa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (1/9/2026) — September 2026 mungkin tidak akan dikenang hanya karena berapa banyak roket yang meluncur. Yang lebih penting adalah apa yang mulai dibangun di atas sana.

NASA mencantumkan Roscosmos Progress 96 dengan target peluncuran 9 September 2026. Di kalender yang sama, Crew-13 masih masuk agenda dengan status under review, sementara sejumlah misi kargo komersial lainnya dijadwalkan pada 2026. Progress 96 sendiri dirancang membawa pasokan dan perangkat sains menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Jika dilihat satu per satu, semua itu tampak seperti aktivitas rutin dunia antariksa. Namun jika disusun dalam satu peta yang lebih besar, terlihat sebuah perubahan penting: orbit Bumi perlahan diperlakukan bukan lagi sekadar tempat untuk menempatkan satelit, tetapi sebagai lapisan infrastruktur ekonomi baru.

Pertanyaannya kemudian bukan lagi, “Berapa banyak roket yang akan diluncurkan?”

Melainkan: apa yang terjadi kalau orbit Bumi berubah menjadi kawasan industri baru?

Dari roket menuju ekonomi orbit

Selama beberapa dekade, aktivitas manusia di orbit sangat bergantung pada pemerintah. Satelit komunikasi, stasiun luar angkasa, teleskop, hingga misi ilmiah membutuhkan investasi negara dalam jumlah besar.

Model tersebut mulai berubah.

NASA kini secara terbuka mendorong konsep ekonomi orbit rendah Bumi atau low Earth orbit (LEO) yang melibatkan lebih banyak perusahaan swasta. Salah satu bagian pentingnya adalah pengembangan stasiun luar angkasa komersial yang nantinya dapat menyediakan layanan mikrogravitasi bagi NASA dan pelanggan lain.

Dengan kata lain, orbit mulai memiliki sesuatu yang mirip dengan kawasan industri di Bumi.

Ada infrastrukturnya. Ada penyedia jasa. Ada pelanggan. Ada data yang dijual. Ada manufaktur yang diuji. Ada transportasi. Dan, pada akhirnya, ada persoalan limbah yang harus dikelola.

1. Satelit tidak lagi sekadar “kamera di langit”

Salah satu perubahan paling menarik terjadi pada satelit observasi Bumi.

Satelit generasi lama pada dasarnya mengumpulkan data, kemudian mengirimkannya ke stasiun di Bumi untuk diproses. Kini, kemampuan komputasi memungkinkan sebagian analisis dilakukan langsung di orbit.

NASA telah menguji penggunaan AI pada satelit observasi untuk menganalisis data sensor dan menentukan objek atau kondisi yang perlu diamati lebih lanjut. Teknologi seperti ini memungkinkan satelit bergerak dari sekadar “mengumpulkan gambar” menjadi sistem yang mampu membuat keputusan berdasarkan data yang diterimanya.

Pada Mei 2026, NASA juga menyoroti Prithvi, model AI geospasial yang dapat digunakan untuk analisis data observasi Bumi. Jika teknologi semacam ini ditempatkan langsung di satelit, analisis dapat dilakukan sebelum seluruh data dikirim ke Bumi.

Ini penting secara ekonomi.

Nilai sebuah satelit tidak lagi hanya ditentukan oleh berapa banyak gambar yang dapat dikirimkan ke Bumi. Nilainya bisa bergeser menjadi seberapa cepat satelit menghasilkan informasi yang dapat digunakan.

Kebakaran hutan, banjir, perubahan tutupan lahan, aktivitas pelabuhan, pertanian, hingga pergerakan kapal dapat dianalisis lebih cepat.

Orbit dengan demikian berubah menjadi pusat pemrosesan data.

2. Internet satelit menjadikan orbit sebagai jaringan komunikasi

Perubahan kedua adalah konektivitas.

Konstelasi satelit memungkinkan akses internet menjangkau wilayah yang sulit dilayani jaringan kabel atau menara telekomunikasi konvensional. Dalam model ini, orbit bukan sekadar lokasi perangkat komunikasi, tetapi menjadi bagian dari infrastruktur internet global.

NASA sendiri sedang bergerak menuju penggunaan layanan komunikasi komersial untuk sejumlah kebutuhan komunikasi antariksa, termasuk demonstrasi teknologi relay satelit generasi baru.

Jika tren tersebut terus berkembang, ekonomi orbit tidak hanya menghasilkan uang dari peluncuran satelit.

Pendapatan dapat muncul dari layanan konektivitas yang berlangsung setiap hari.

Ini perbedaan penting.

Roket menghasilkan bisnis ketika diluncurkan. Konstelasi menghasilkan bisnis selama satelitnya beroperasi.

3. Stasiun luar angkasa bisa menjadi “gedung industri” pertama di orbit

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN