Monday, October 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Peneliti Temukan Tanah Hitam di Bahtera Nuh

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 14.47 WIB
peneliti_temukan_tanah_hitam_di_bahtera_nuh

Bahtera Nuh. (Foto: Mu4.co.id)

news_banner

Turki, MISTAR.ID – Tim peneliti yang menyelidiki kapal yang diyakini sebagai Bahtera Nuh di Durupınar, Turki, menemukan lapisan tanah hitam setelah melakukan pengeboran di lokasi tersebut.

Lapisan tanah itu kini akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui apakah mengandung bahan organik, termasuk kemungkinan jejak kayu atau tanda-tanda aktivitas manusia yang dapat membantu mengungkap asal-usul kapal tersebut.

Dilansir dari New York Post, Senin (5/10/2026), tim Noah's Ark Scans melakukan pengeboran, pengambilan sampel tanah hingga pemindaian menggunakan radar penembus tanah di formasi Durupınar, Turki timur.

Formasi tersebut memiliki panjang sekitar 538 kaki atau 164 meter dan berada di dekat Gunung Ararat. Struktur berbentuk kapal itu pertama kali ditemukan pada 1959 dan sejak lama dikaitkan dengan kisah Bahtera Nuh.

Pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, mengatakan timnya semakin yakin dapat memperoleh jawaban setelah analisis sampel tanah dilakukan bersama para peneliti dari Universitas Sivas dan Universitas Ankara.

"Dalam arkeologi, kita berurusan dengan probabilitas, dan kami semakin mendekati titik di mana kami yakin akan mendapatkan konfirmasi pada musim dingin ini, setelah analisis tanah bersama mitra kami, Universitas Sivas, rampung," ujar Jones.

Menurut Jones, tim telah melakukan pengeboran inti di lebih dari 12 lokasi. Ia mengatakan tidak menemukan batuan dasar padat seperti yang selama ini menjadi salah satu argumen bahwa formasi tersebut merupakan struktur geologis alami.

"Dulu mereka melontarkan kritik dengan mengatakan bahwa hasil pemindaian itu bisa ditafsirkan dengan berbagai cara, misalnya 'Ini hanyalah massa batuan padat, sinklin, atau blok batuan dasar'," katanya.

"Nah, kami telah melakukan pengeboran inti di lebih dari 12 lokasi. Kami sama sekali tidak menemukan batuan dasar," ucap Jones.

Sebaliknya, pengeboran disebut menemukan endapan tanah hitam yang kaya unsur. Sampel tersebut rencananya diuji kandungan organiknya oleh para peneliti di Universitas Ankara pada musim dingin ini.

Jones mengaitkan temuan tersebut dengan kemungkinan keberadaan material kayu yang telah membusuk. Menurutnya, jika struktur tersebut memang pernah menjadi tempat kapal kayu, proses pelapukan kayu dapat meninggalkan materi organik di dalam tanah.

"Menurut Alkitab, Bahtera Nuh adalah kapal kayu raksasa. Saat kayu membusuk, Anda akan menemukan kadar materi organik yang tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan hasil pengeboran tahun ini tidak menunjukkan lapisan batuan padat yang disebut para kritikus. Sebaliknya, tim menemukan endapan tanah hitam yang dinilai memiliki potensi kandungan organik tinggi.

Para peneliti berharap analisis tersebut dapat membantu mengetahui ada tidaknya tanda-tanda aktivitas manusia atau material yang berkaitan dengan kayu yang telah membusuk di bawah formasi.

Jones juga merujuk pada survei tanah yang dilakukan pada 2024. Menurutnya, hasil survei menunjukkan kandungan bahan organik di dalam formasi berbentuk kapal tersebut sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan sampel tanah yang diambil tepat di luarnya.

Meski demikian, temuan tersebut belum membuktikan bahwa formasi Durupınar merupakan sisa Bahtera Nuh. Formasi tersebut telah lama menjadi perdebatan, dengan sejumlah kritikus menilai bentuknya terbentuk secara alami. (nyp)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN