Friday, June 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Misteri Lubang Hitam yang ‘Bersendawa’ Setelah Melahap Bintang Akhirnya Terungkap

Mistar.idJumat, 19 Juni 2026 15.55
journalist-avatar-top
misteri_lubang_hitam_yang_bersendawa_setelah_melahap_bintang_akhirnya_terungkap

Ilustrasi lubang "Bersendawa’ (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Para astronom akhirnya berhasil mengungkap misteri di balik fenomena unik lubang hitam supermasif yang seolah-olah "bersendawa" setelah melahap sebuah bintang. Temuan terbaru menunjukkan bahwa objek kosmik raksasa tersebut dapat menghasilkan semburan gelombang radio berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah proses penghancuran bintang selesai.

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan ke-248 American Astronomical Society di California ini dipimpin oleh astronom University of Arizona, Kate Alexander. Hasil studi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai cara lubang hitam memproses material bintang yang telah dihancurkan.

Menurut Alexander, tidak semua lubang hitam memiliki pola yang sama dalam mencerna materi kosmik. Perilaku yang diamati sangat bergantung pada kecepatan lubang hitam saat menyerap material dari bintang yang hancur.

"Terkadang setelah terlihat selesai makan, lubang hitam mengalami semacam gangguan pencernaan dan menghasilkan semburan radio yang sangat besar," ujar Alexander.

Fenomena Tidal Disruption Events

Penelitian ini berfokus pada Tidal Disruption Events (TDE), yaitu peristiwa langka ketika sebuah bintang melintas terlalu dekat dengan lubang hitam supermasif. Gaya gravitasi yang sangat kuat membuat bintang tersebut tercabik-cabik dan berubah menjadi aliran gas yang memanjang.

Fenomena TDE tergolong sangat jarang terjadi. Para ilmuwan memperkirakan peristiwa ini hanya muncul sekitar satu kali dalam 100.000 tahun di setiap galaksi. Karena kelangkaannya, astronom harus mengamati ribuan galaksi untuk menemukan kejadian tersebut.

Selama enam tahun terakhir, tim peneliti menggunakan teleskop radio Karl G. Jansky Very Large Array (VLA) di New Mexico, Amerika Serikat, untuk memantau puluhan TDE dan mencari sinyal radio yang muncul setelah peristiwa penghancuran bintang.

Penyebab Lubang Hitam Menghasilkan 'Sendawa' Kosmik

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal menemukan bahwa semburan radio terlambat muncul dalam dua kondisi yang berlawanan.

Kondisi pertama terjadi ketika lubang hitam menyerap material bintang dengan sangat cepat. Kondisi kedua muncul ketika laju konsumsi material melambat secara drastis setelah fase awal yang intens.

Dalam kedua situasi tersebut, sebagian material yang seharusnya masuk ke lubang hitam justru terlontar kembali ke luar angkasa. Gas yang dimuntahkan ini kemudian bertabrakan dengan materi di sekitar lubang hitam dan menciptakan gelombang kejut berenergi tinggi.

Tabrakan tersebut mempercepat partikel-partikel di sekitarnya sehingga menghasilkan emisi radio yang dapat dideteksi dari Bumi. Fenomena inilah yang dianalogikan para ilmuwan sebagai "sendawa" kosmik.

Jejak Kimia Ungkap Proses Pencernaan Lubang Hitam

Tim peneliti juga menemukan petunjuk penting berupa garis emisi helium dalam spektrum optik awal TDE. Jejak kimia ini menjadi indikator bahwa puing-puing bintang membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk piringan akresi di sekitar lubang hitam.

Proses pembentukan yang lambat tersebut diduga menjadi pemicu munculnya semburan radio tertunda yang diamati para astronom.

Alexander menjelaskan bahwa jenis lubang hitam ini memiliki fase makan yang berlangsung lebih lama dibandingkan TDE pada umumnya.

Berdasarkan hasil penelitian, para astronom kini mengetahui bahwa rentang waktu dua hingga enam tahun setelah TDE ditemukan merupakan periode terbaik untuk mencari sinyal radio yang terlambat muncul. Temuan ini diharapkan dapat membantu pengamatan lubang hitam di masa depan sekaligus memberikan pemahaman lebih mendalam tentang perilaku objek paling misterius di alam semesta.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN