Friday, June 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Jam Tangan 38 mm Kembali Digemari, Ini Alasan Tren Arloji Besar Mulai Ditinggalkan

Mistar.idJumat, 19 Juni 2026 16.41
journalist-avatar-top
jam_tangan_38_mm_kembali_digemari_ini_alasan_tren_arloji_besar_mulai_ditinggalkan

Tissot Gentleman 38 mm. (Foto: detikcom)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Setelah lebih dari satu dekade didominasi jam tangan berukuran besar, tren industri horologi kini mulai bergeser. Jika sebelumnya diameter 42 mm hingga 44 mm menjadi simbol gaya maskulin dan kemewahan, kini ukuran yang lebih ringkas justru semakin diminati.

Jam tangan berdiameter 38 mm kembali menjadi pilihan banyak kolektor maupun pengguna sehari-hari karena dianggap lebih proporsional, nyaman digunakan, dan memiliki tampilan yang elegan tanpa terkesan berlebihan.

Perubahan tren ini terlihat dari langkah sejumlah merek ternama yang mulai menghadirkan kembali model andalan mereka dalam ukuran yang lebih kecil. Salah satu yang terbaru adalah Tissot Gentleman 38 mm yang resmi diperkenalkan kepada publik Indonesia dalam acara peluncuran di Jakarta.

Tren Jam Tangan Berukuran Kecil Kembali Menguat

Kembalinya popularitas jam tangan 38 mm bukan sekadar didorong faktor nostalgia. Banyak penggemar jam tangan kini lebih memperhatikan proporsi antara ukuran case dengan pergelangan tangan pengguna.

Ukuran yang lebih kecil dinilai mampu menghadirkan keseimbangan visual yang lebih baik, terutama bagi pengguna di kawasan Asia yang umumnya memiliki ukuran pergelangan tangan lebih kecil dibandingkan pasar Eropa dan Amerika.

Di berbagai kota besar seperti Jakarta, Tokyo, hingga Seoul, tren jam tangan saat ini lebih mengutamakan kesan berkelas dan nyaman dibandingkan ukuran besar yang mencolok.

Perubahan selera tersebut membuat banyak konsumen memilih arloji yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.

Tissot Gentleman 38 mm Tawarkan Desain Lebih Proporsional

Melalui Gentleman 38 mm, Tissot tidak hanya mengecilkan ukuran diameter case. Merek asal Swiss tersebut juga menyesuaikan berbagai elemen desain agar tetap harmonis, mulai dari proporsi dial, ketebalan case, hingga detail indeks.

Pendekatan tersebut bertujuan mempertahankan karakter elegan yang menjadi identitas koleksi Gentleman, sekaligus memberikan kenyamanan lebih saat digunakan sepanjang hari.

Tissot menyebut model ini sebagai interpretasi baru dari konsep "everyday sophistication", yakni jam tangan yang mampu menemani aktivitas sehari-hari dengan desain yang sederhana namun tetap berkelas.

Dengan harga sekitar Rp16 juta, Tissot Gentleman 38 mm menyasar konsumen yang menginginkan jam tangan premium dengan desain timeless dan fleksibel untuk berbagai gaya berpakaian.

Merek Mewah Lain Ikut Menghidupkan Tren 38 mm

Tissot bukan satu-satunya produsen yang melihat potensi kebangkitan ukuran klasik ini. Beberapa merek jam tangan ternama juga mempertahankan atau kembali menghadirkan model berukuran lebih kecil.

Rolex misalnya, tetap menjadikan Explorer 36 mm sebagai salah satu ukuran klasik yang banyak diminati kolektor. Sementara Omega konsisten menawarkan seri Aqua Terra 38 mm yang dikenal sebagai jam tangan serbaguna.

Di sisi lain, Tudor menghadirkan Black Bay dalam ukuran 36 mm dan 39 mm, sedangkan Grand Seiko mempertahankan banyak koleksinya pada rentang 37 mm hingga 39 mm.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai mengapresiasi desain yang lebih seimbang dan fungsional dibandingkan sekadar mengikuti tren ukuran besar.

Lebih dari Sekadar Ukuran

Popularitas jam tangan 38 mm sebenarnya mencerminkan perubahan cara pandang terhadap aksesori. Di tengah era digital yang dipenuhi notifikasi dan layar gadget, jam tangan mekanis kembali dipandang sebagai objek personal yang memiliki nilai emosional.

Ukuran yang pas di pergelangan tangan membuat pengalaman menggunakan jam terasa lebih alami dan intim. Bagi banyak orang, jam tangan bukan lagi sekadar simbol status, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup.

Karena itu, tren 38 mm tidak hanya berbicara tentang dimensi fisik sebuah arloji, tetapi juga tentang kenyamanan, karakter, dan apresiasi terhadap desain yang tak lekang oleh waktu.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN