Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Meski Banyak Dikeluhkan, Windows 11 Catat 1 Miliar Pengguna Global

Mistar.idMinggu, 1 Februari 2026 pukul 11.27 WIB
meski_banyak_dikeluhkan_windows_11_catat_1_miliar_pengguna_global

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Sistem operasi Windows 11 mencatatkan pencapaian besar dengan menembus angka lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia. Capaian tersebut diumumkan langsung oleh CEO Microsoft Satya Nadella dalam laporan keuangan terbaru perusahaan.

Pencapaian ini diraih di tengah maraknya kritik pengguna terhadap Windows 11, mulai dari keluhan performa, kewajiban login akun Microsoft, hingga ancaman sebagian pengguna untuk beralih ke sistem operasi lain seperti Linux.

Meski demikian, angka tersebut menegaskan posisi Windows sebagai sistem operasi desktop dan laptop paling dominan secara global. Windows 11 bahkan mencapai tonggak 1 miliar pengguna lebih cepat dibanding pendahulunya, Windows 10.

Dikutip dari ArsTechnica, Windows 11 membutuhkan waktu sekitar 1.576 hari sejak dirilis pada 5 Oktober 2021 untuk menembus 1 miliar pengguna. Sementara Windows 10 memerlukan waktu lebih lama, yakni 1.692 hari, sebelum mencapai angka serupa pada Maret 2020.

Pencapaian ini dinilai signifikan mengingat Windows 11 menghadapi tantangan lebih besar. Meski ditawarkan gratis bagi pengguna Windows 10, sistem operasi ini menetapkan persyaratan perangkat keras yang lebih ketat, sehingga jutaan PC tidak memenuhi syarat untuk melakukan peningkatan sistem.

Di sisi lain, Windows 10 masih memiliki basis pengguna yang besar meski dukungan resminya telah berakhir sejak Oktober 2025. Data Statcounter menunjukkan sekitar 40 hingga 45 persen pengguna PC global masih menggunakan Windows 10, sementara Windows 11 digunakan oleh sekitar 50 hingga 55 persen pengguna.

Chief Operating Officer Dell, Jeffrey Clarke, sebelumnya mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 1 miliar PC Windows 10 yang aktif hingga akhir 2025. Sekitar separuh dari jumlah tersebut tidak dapat diperbarui ke Windows 11 karena keterbatasan spesifikasi perangkat keras.

Untuk mengantisipasi risiko keamanan, Microsoft menyediakan pembaruan keamanan berbayar hingga tiga tahun bagi pengguna bisnis, serta satu tahun pembaruan gratis secara opsional bagi pengguna rumahan. Selain itu, aplikasi utama seperti Microsoft Edge dan Windows Defender dipastikan tetap mendapat dukungan hingga setidaknya tahun 2028.

Microsoft juga mengakui adanya persoalan reputasi pada Windows 11. Presiden Windows dan Perangkat Microsoft, Pavan Davuluri, menyatakan perusahaan akan memprioritaskan peningkatan performa, keandalan sistem, serta pembaruan antarmuka pengguna dalam beberapa bulan ke depan.

Meski demikian, sejumlah keluhan utama pengguna, seperti iklan layanan Microsoft dan kewajiban penggunaan akun, belum mendapat tanggapan langsung dari pihak perusahaan.

Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah, Microsoft kini dihadapkan pada tantangan memastikan Windows 11 tetap menjadi sistem operasi yang nyaman dan dapat diterima oleh penggunanya dalam jangka panjang. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN