Mengaktifkan Mode Pesawat di Ponsel Sebelum Lepas Landas, Ini Penjelasan Pilot

Ilustrasi. (Foto: Metrofone.co.uk)
Medan, MISTAR.ID
Penumpang pesawat hampir selalu diminta mengaktifkan mode pesawat di ponsel sebelum lepas landas. Meski banyak yang mematuhi, tidak sedikit yang masih mempertanyakan alasan di balik aturan tersebut.
Seorang pilot melalui akun TikTok @perchpoint memberikan penjelasan yang kemudian viral di media sosial. Sebagaimana dilansir dari Detiknet, ia menegaskan ponsel tidak akan menyebabkan pesawat jatuh maupun merusak sistem navigasi pesawat.
Menurutnya, alasan utama penggunaan mode pesawat adalah untuk mencegah gangguan pada komunikasi pilot, khususnya melalui headset di kokpit. Ponsel yang aktif akan terus mencari sinyal dan memancarkan gelombang radio yang berpotensi menimbulkan interferensi.
Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut bisa muncul jika beberapa ponsel dalam satu penerbangan tetap aktif. “Jika ada puluhan hingga ratusan penumpang dan beberapa ponsel masih mencari sinyal, itu bisa memicu interferensi,” jelasnya.
Ia menyebut gangguan biasanya terdengar seperti suara dengung di headset pilot. Meski tidak membahayakan secara langsung, kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi, terutama saat pilot menerima instruksi penting dari petugas pengatur lalu lintas udara.
Pilot tersebut juga membagikan pengalamannya saat berada di San Francisco. Ketika pesawat bersiap menuju landasan dan ia sedang berkomunikasi dengan petugas darat, tiba-tiba muncul suara dengung keras di headset.
“Kedengarannya seperti ada nyamuk di telinga,” ujarnya.
Dalam dunia penerbangan, komunikasi yang jelas dan tanpa gangguan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan. Oleh karena itu, aturan mengaktifkan mode pesawat dinilai sebagai langkah sederhana untuk memastikan komunikasi tetap lancar.
Penjelasan tersebut mendapat berbagai respons dari warganet. Sebagian mengaku baru memahami alasan di balik aturan tersebut, sementara lainnya berharap maskapai dapat memberikan penjelasan yang lebih tegas kepada penumpang. (hm25)

















