Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Ilmuwan Temukan Spesies Baru Gurita Biru Mini di Laut Dalam Galapagos

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 11.06 WIB
ilmuwan_temukan_spesies_baru_gurita_biru_mini_di_laut_dalam_galapagos

Spesies baru gurita berwarna biru terang ditemukan di dasar laut dekat Kepulauan Galapagos, dinamai Microeledone galapagensis. (foto: Charles Darwin Foundation/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Tim ilmuwan berhasil menemukan spesies baru gurita berwarna biru terang di dasar laut dekat Kepulauan Galapagos. Gurita mini tersebut memiliki ukuran sekitar bola golf dan ditemukan di kedalaman hampir 1.800 meter di bawah permukaan laut.

Penemuan itu dilakukan oleh peneliti dari Charles Darwin Foundation menggunakan kapal selam mini yang dikendalikan dari jarak jauh.

Dalam rekaman ekspedisi, salah seorang ilmuwan terdengar antusias saat pertama kali melihat hewan tersebut melalui kamera bawah laut. “Dia kecil sekali! Warnanya biru!” ujar peneliti tersebut, dikutip dari AFP.

Hasil penelitian mengenai spesies baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa.

Ahli gurita dari Field Museum of Natural History di Chicago, Amerika Serikat, Janet Voight, mengatakan dirinya langsung menyadari hewan itu merupakan spesies yang istimewa.

“Begitu melihatnya, saya langsung tahu ini sesuatu yang sangat spesial,” katanya.

Spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Microeledone galapagensis. Gurita ini memiliki warna biru muda pada bagian atas tubuh dan warna ungu gelap di bagian bawah. Menurut Voight, pola warna tersebut diduga menjadi mekanisme perlindungan alami saat berburu di laut dalam.

Ketika menangkap mangsa yang memancarkan cahaya, bagian tubuh berwarna gelap membantu menyamarkan cahaya agar tidak menarik perhatian predator. “Gurita itu menutupi mangsanya dengan selaput berwarna gelap agar tetap aman,” katanya.

Microeledone galapagensis juga memiliki bentuk tubuh yang tidak biasa. Lengannya pendek dan hanya dilengkapi satu baris alat pengisap, berbeda dari kebanyakan spesies gurita lainnya.

Yang membuat peneliti semakin penasaran, kerabat terdekat gurita ini justru ditemukan di lepas pantai Uruguay di Samudra Atlantik, jauh dari lokasi penemuannya di Samudra Pasifik.

Biasanya, ilmuwan perlu membedah spesimen untuk memastikan identitas spesies baru dengan memeriksa bagian mulut, paruh, dan gigi. Namun, karena hanya memiliki satu spesimen, tim peneliti memilih tidak melakukan pembedahan.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan teknologi CT scan untuk menghasilkan ribuan gambar sinar-X yang kemudian disusun menjadi model tiga dimensi organ dalam gurita tersebut.

“Kami bisa melihat sesuatu yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya,” ujar kepala laboratorium sinar-X museum, Stephanie Smith.

Penemuan spesies baru di laut dalam sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi. Para ilmuwan menilai sebagian besar dasar samudra Bumi masih belum banyak dijelajahi manusia.

Voight mengungkapkan, kemunculan pertama gurita biru mini ini sebenarnya telah terekam sejak 2015 di sekitar Darwin Island, kawasan yang dinamai dari ilmuwan Charles Darwin.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN