Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

HP Bekas Kini Lebih Diminati Dibandingkan yang Baru

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 15.08 WIB
hp_bekas_kini_lebih_diminati_dibandingkan_yang_baru

HP Bekas. (Foto: Pontianak Post)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pasar smartphone menunjukkan tren baru. Konsumen kini semakin banyak memilih HP bekas dibandingkan perangkat baru. Tren tersebut terlihat dari pengiriman panel layar untuk pasar HP rekondisi yang untuk pertama kalinya melampaui kebutuhan panel untuk produksi ponsel baru.

Menurut laporan perusahaan riset Omdia, Selasa (1/9/2026), produsen panel mengirim 298 juta panel layar ke pasar HP rekondisi pada kuartal I-2026. Sementara pengiriman panel untuk produksi smartphone baru mencapai 289 juta unit.

Selisih keduanya sekitar 9 juta unit. Meski tidak terlalu besar, kondisi tersebut menjadi pertama kalinya kebutuhan panel untuk pasar rekondisi lebih tinggi dibandingkan produksi HP baru.

Pasar HP rekondisi juga mengalami pertumbuhan. Pengiriman panel untuk kategori tersebut meningkat 20 persen dibandingkan kuartal I-2025.

Angka 298 juta panel tidak berarti ada 298 juta HP bekas yang terjual. Omdia memasukkan panel untuk penggantian layar rusak, perbaikan perangkat, hingga perakitan kembali HP bekas yang siap dijual dalam kategori pasar rekondisi.

Ponsel yang masuk pasar rekondisi juga tidak hanya berasal dari segmen murah. Pada periode yang sama, panel OLED menyumbang 7 persen dari total pengiriman panel ke pasar rekondisi. Setahun sebelumnya, porsinya hanya 2 persen.

Menurut Omdia, peningkatan tersebut menunjukkan HP premium berusia sekitar tiga atau empat tahun mulai mendapatkan "kehidupan kedua" melalui pasar rekondisi.

Harga HP Baru Semakin Mahal

Pertumbuhan pasar HP bekas dan rekondisi terjadi ketika harga smartphone baru semakin tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga memori.

Komponen seperti DRAM dan NAND menjadi lebih mahal sehingga biaya produksi smartphone ikut meningkat. Menurut Omdia, kenaikan biaya tersebut membuat produsen lebih berhati-hati memproduksi HP baru, terutama di segmen harga murah.

Omdia memperkirakan kebutuhan panel untuk smartphone baru akan turun 12 persen sepanjang 2026. Pengiriman smartphone global juga turun 6 persen pada kuartal II-2026 menjadi 272 juta unit dari 288,9 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, harga HP yang sudah meningkat belum tentu kembali ke harga sebelumnya ketika harga memori nantinya turun.

Omdia menilai konsumen mulai terbiasa membeli smartphone dengan harga lebih tinggi. Kondisi tersebut memberi ruang bagi produsen untuk mempertahankan harga pada level tersebut. (Omdia)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN