Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Google Perkenalkan Gemini 4 Argon, Diklaim Mampu Tangani Tugas AI Paling Kompleks

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 17.41 WIB
google_perkenalkan_gemini_4_argon_diklaim_mampu_tangani_tugas_ai_paling_kompleks

Google Perkenalkan Gemini 4 Argon, Diklaim Mampu Tangani Tugas AI Paling Kompleks

news_banner

San Francisco, MISTAR.ID - Google memperkenalkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk mempertahankan kemampuan penalaran mendalam ketika menangani tugas-tugas kompleks dan berlangsung dalam waktu panjang.

Dilansir dari Engadget, Kamis (1/10/2026), Google menyebut Gemini 4 Argon mampu menangani berbagai pekerjaan tingkat lanjut, mulai dari rekayasa perangkat lunak, riset keuangan dan pekerjaan legal hingga penulisan kreatif serta pertahanan keamanan siber.

Google menempatkan Argon sebagai model AI frontier yang ditujukan untuk menangani alur kerja kompleks dengan banyak tahapan. Model ini juga memiliki kemampuan multimodal untuk memahami teks, gambar, grafik, video dan sejumlah dokumen dalam satu pekerjaan.

Berdasarkan pengujian independen Artificial Analysis, Gemini 4 Argon pada konfigurasi High mencatat skor 53 pada Intelligence Index. Angka tersebut setara dengan GPT-6 Astra pada konfigurasi Max dalam pengujian yang sama.

Dari sisi biaya, Argon ditawarkan dengan harga perkenalan US$2 per 1 juta token input dan US$10 per 1 juta token output. Setelah periode perkenalan berakhir, harga tersebut akan menjadi US$4 per 1 juta token input dan US$20 per 1 juta token output.

Artificial Analysis mencatat biaya rata-rata per tugas pada pengujiannya sekitar US$1,99 untuk Gemini 4 Argon, dibandingkan US$3,26 untuk GPT-6 Astra Max. Perbedaan tersebut membuat biaya Argon berada di sekitar 61 persen dari Astra Max dalam pengukuran tersebut.

Artificial Analysis juga mencatat skor Argon sekitar satu poin di atas GPT-6.1 Sol Max pada Intelligence Index. Sementara itu, dalam pengujian AA-Omniscience, tingkat halusinasi Argon tercatat sekitar 15 persen, dibandingkan sekitar 51 persen untuk GPT-6 Astra dan 54 persen untuk GPT-6.1 Sol.

Penalaran Panjang dan Efisiensi Data Center

Salah satu kemampuan utama Gemini 4 Argon adalah kapasitas output yang sangat besar. Google memperluas batas output model tersebut hingga 1 juta token, yang memungkinkan Argon mempertahankan proses penalaran dan menghasilkan respons dalam alur kerja yang sangat panjang.

Google mengatakan Argon telah digunakan secara internal dalam berbagai proyek, termasuk penelitian komputasi kuantum, pemrograman dan migrasi codebase dalam skala besar.

Dalam penelitian komputasi kuantum, Argon digunakan untuk membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya pada algoritma tertentu. Google juga memanfaatkan agen berbasis Argon untuk menganalisis data penggunaan memori di seluruh pusat datanya.

Menurut Google, optimasi tersebut telah membantu membebaskan lebih dari 300 TiB (tebibita) memori setelah diterapkan di pusat data perusahaan. Google memperkirakan penghematan totalnya dapat mencapai 500 TiB hingga 1 PiB.

Untuk pengembangan perangkat lunak, agen Argon juga digunakan dalam migrasi codebase C dan C++ ke Rust, termasuk proyek dengan ukuran hingga lebih dari 800.000 baris kode.

Dalam kemampuan multimodal, Google mengatakan Argon mampu melakukan analisis grafik secara profesional, mengidentifikasi detail dalam video berdurasi panjang dan menjalankan pekerjaan berdasarkan serangkaian dokumen. Pada LVBench, yang mengukur kemampuan memahami video panjang, Google melaporkan skor Argon sebesar 91,7 persen.

Diperkuat untuk Keamanan Siber

Keamanan siber menjadi salah satu fokus utama Gemini 4 Argon.

Google mengklaim model tersebut mampu menemukan, memvalidasi dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak secara mandiri. Dalam demonstrasi awal, Argon disebut berhasil menemukan kerentanan kritis yang mengekspos informasi pribadi pada perangkat lunak kesehatan yang digunakan rumah sakit di berbagai negara.

Pada CWE-bench v1, yang menguji kemampuan model memperbaiki kerentanan keamanan, Argon mencatat skor 68 persen dan disebut Google seri dengan posisi pertama dalam pengujian tersebut.

Google juga merancang Argon agar lebih tahan terhadap serangan prompt injection, yakni teknik yang berusaha memasukkan instruksi berbahaya untuk mengubah perilaku model.

Perusahaan mengatakan Argon menjadi model Google yang paling tangguh terhadap indirect prompt injection hingga saat ini. Pengembangannya dilakukan melalui pelatihan adversarial dan pengujian otomatis untuk menghadapi berbagai pola serangan.

Selain itu, Google menerapkan mitigasi misalignment untuk memantau tindakan model dan menghentikan eksekusi apabila sistem mendeteksi perilaku yang keluar dari tujuan pengguna.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan Google untuk meningkatkan keamanan sebelum kemampuan Gemini 4 Argon diperluas kepada lebih banyak pengguna.

Untuk tahap awal, Argon diberikan kepada kelompok trusted cyber defenders melalui Fairwind Program, sebuah program akses terbatas Google untuk pemerintah, pelanggan Google Cloud dan mitra keamanan siber terpercaya.

Google selanjutnya berencana memperluas akses Gemini 4 Argon kepada pengembang, perusahaan dan konsumen. Peluncuran yang lebih luas akan dimulai dari pelanggan API berbayar dan pengguna Google AI Ultra. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN