Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Adani India Investasi Rp1.684,5 T untuk Perkuat AI Global

Mistar.idRabu, 18 Februari 2026 pukul 09.28 WIB
adani_india_investasi_rp16845_t_untuk_perkuat_ai_global

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

India, MISTAR.ID

Grup Adani India mengumumkan rencana investasi sebesar US$100 miliar atau sekitar Rp1.684,5 triliun untuk membangun pusat data skala besar yang siap mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI) dan ditenagai energi terbarukan hingga tahun 2035.

Proyek tersebut bertujuan menciptakan platform pusat data terintegrasi terbesar di dunia sekaligus memperkuat posisi India dalam persaingan global di bidang AI.

Pengumuman investasi ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AI global di India yang berlangsung selama lima hari. Forum tersebut membahas berbagai isu, mulai dari dampak AI terhadap lapangan kerja hingga keselamatan anak di era teknologi.

KTT ini dihadiri sekitar 20 pemimpin nasional dan 45 delegasi tingkat menteri. Pada agenda utama, para peserta dijadwalkan bertemu dengan sejumlah CEO perusahaan teknologi, termasuk Sam Altman dari OpenAI dan Sundar Pichai dari Google.

Dalam pernyataannya, Grup Adani menyebut investasi sebesar US$100 miliar tersebut diperkirakan akan memicu tambahan pengeluaran hingga US$150 miliar di berbagai sektor, seperti manufaktur server, infrastruktur kelistrikan canggih, platform cloud nasional, serta industri pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, proyek ini diproyeksikan menciptakan ekosistem infrastruktur AI senilai US$250 miliar di India selama dekade ini.

Selain itu, Grup Adani juga tengah berdiskusi dengan sejumlah perusahaan besar lainnya untuk membangun kampus teknologi skala besar di berbagai wilayah India, yang diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai mitra utama infrastruktur AI di negara tersebut.

Pada tahun lalu, India naik ke peringkat ketiga dalam indeks daya saing AI global versi peneliti Universitas Stanford, melampaui Korea Selatan dan Jepang. Meski demikian, para ahli menilai India masih memiliki tantangan besar untuk dapat menyaingi dominasi Amerika Serikat dan Tiongkok di sektor AI. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN