Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Unpad Buka Prodi S1 Rekayasa Kosmetik Mulai 2026

Mistar.idJumat, 23 Januari 2026 05.00
EH
unpad_buka_prodi_s1_rekayasa_kosmetik_mulai_2026

Universitas Padjadjaran. (Foto: Wikimedia Commons)

news_banner

Bandung, MISTAR.ID

Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Kosmetik mulai tahun ajaran 2026. Prodi baru ini berada di bawah naungan Fakultas Farmasi dan disiapkan untuk menjawab kebutuhan industri kosmetik yang terus berkembang di Indonesia, sekaligus mengantisipasi meningkatnya permintaan tenaga profesional di bidang tersebut.

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan bahwa pembukaan Prodi S1 Rekayasa Kosmetik merupakan langkah strategis untuk merespons kebutuhan industri saat ini. Ia optimistis prodi tersebut dapat diterima masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi sektor kosmetika maupun perekonomian nasional.

“Dengan bekal pengalaman yang dimiliki Fakultas Farmasi selama ini, kami yakin prodi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, memberi dampak positif bagi industri kosmetika dan juga bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Prof. Arief, Jumat (23/1/2026), dikutip dari laman resmi kampus.

Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, menjelaskan bahwa pada tahun pertama pembukaannya, Prodi Rekayasa Kosmetik menyediakan kuota sebanyak 80 mahasiswa. Calon mahasiswa bisa mendaftar melalui tiga jalur, yakni SNBP, SNBT, serta jalur mandiri tahun 2026.

Ia menegaskan, prodi ini memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan Farmasi. Fokus utamanya adalah komoditas kosmetik, mulai dari pengembangan produk hingga proses bisnisnya. Mahasiswa akan mempelajari tahapan pembuatan produk dari awal, seperti perancangan sediaan, penyusunan formulasi, proses produksi, sampai strategi pemasaran.

Selain itu, Prodi Rekayasa Kosmetik Fakultas Farmasi Unpad juga telah mengantongi akreditasi pertama dari BAN-PT.

Karena berada di lingkungan Fakultas Farmasi, beberapa mata kuliah tetap akan berkaitan erat dengan aspek kefarmasian. Prof. Auliya menyebut pembelajaran tidak hanya menitikberatkan pada produksi, tetapi juga mencakup regulasi, pengendalian mutu, hingga sistem pemasaran produk kosmetik.

“Jadi bagaimana memformulasikan sebuah produk kosmetik yang baik, bagaimana dari segi regulasinya, quality control, hingga pemasarannya. Tidak hanya di aspek produksinya, tetapi secara keseluruhan aspek kefarmasiannya itu akan sangat kuat,” tuturnya.

Industri kosmetik tumbuh, kebutuhan tenaga ahli ikut naik

Menurut Prof. Auliya, kebutuhan pekerja profesional di bidang rekayasa kosmetik diperkirakan terus meningkat seiring laju pertumbuhan industri kosmetik nasional. Ia menyebut Fakultas Farmasi Unpad memiliki SDM yang kompeten, fasilitas pendukung yang memadai, serta laboratorium yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk riset dan pengembangan.

Fakultas Farmasi Unpad juga telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku industri hingga lembaga pemerintah, seperti PT Paragon, BPOM, serta Kementerian Kesehatan RI.

Ia menambahkan, kurikulum prodi ini disusun dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk calon pengguna lulusan, agar materi yang diajarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN