Tingkatkan IPLM di Nias dan Daerah Bencana, Dispursip Sumut Tambah Ribuan Buku Digital

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Sumut, Desni Maharani Saragih. (foto: iqbal/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tengah gencar menambah bahan bacaan di Kepulauan Nias dan daerah terdampak bencana di Sumut, salah satunya adalah bahan bacaan digital.
Kepala Dispursip Sumut, Desni Maharani Saragih, mengatakan saat ini sudah ada tiga daerah di Kepulauan Nias yang sudah memiliki layanan bacaan digital, dan statistik pembacanya cukup tinggi.
"Jadi kami hadirkan buku fisik dan buku digital yang bukan mata pelajaran. Sebenarnya sampai sekarang pun di Kepulauan Nias sudah ada 3 kabupaten/kota yang punya bahan bacaan digital. Kalau kita lihat statistiknya lumayan banyak yang membaca," ujar Desni saat temu pers, Kamis (23/4/2026).
Desni mengatakan, daerah yang belum memiliki layanan bacaan Digital adalah Nias Utara dan Nias Barat. Oleh karena itu, pihaknya berencana akan menambah ratusan buku dan 1.000 bacaan digital di daerah tersebut.
"Ini memang sering terlupakan ya, jadi kami hadirkan buku bacaan sebanyak 380 masing-masing sekolah, lalu ada 1000 e-book untuk kita hadirkan tahun ini di Nias Barat, Nias Utara khusus e-book, karena mereka butuh dan Nias lainnya kita tambahkan buku fisiknya," ucapnya.
Ia berharap langkah tersebut bisa meningkatkan minat baca khususnya untuk siswa-siswi karena Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kepualauan Nias masih sangat rendah.
"Mudah-mudahan ini bisa menambah minat baca anak-anak. IPLM mereka juga pak sangat rendah, cuma 1 poinnya. Jadi ini menjadi tugas kami meskipun nilai IPLM Kabupaten dan Kota itu tidak dikumulatifkan ke provinsi ya, tapi tetap ini tugas kami," tutur Desni.
Tidak hanya untuk Kepulauan Nias, Desni mengatakan penambahan bahan bacaan akan dilakukan di daerah yang terdampak bencana akhir tahun 2025 kemarin, khususnya Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
"Untuk daerah bencana juga secara kunjungan kita sudah dua kali ke sana, tapi untuk bahan bacaan itu pas yang Natal kemarin. Kami ada rencana untuk tetap maksimalkan e-book di sana, dan kita lihat yang paling parah itu Tapsel ya," katanya.
BERITA TERPOPULER
























