Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Siswa Cerdas tapi Lemah Karakter, SMAN 2 Medan Beri Ruang Kreativitas dan Tekan Kenakalan Remaja

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 pukul 17.01 WIB
siswa_cerdas_tapi_lemah_karakter_sman_2_medan_beri_ruang_kreativitas_dan_tekan_kenakalan_remaja

Bazar yang berlangsung di Smandu Fair 2026. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Siswa generasi saat ini memiliki kecerdasan dan kreativitas tinggi, namun masih lemah dalam aspek karakter. Hal ini disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Medan, Marsito.

“Kita kan sama-sama tahu kondisi hari ini, anak-anak Gen Z dan Gen Alpha ini sangat luar biasa. Mereka pintar, mereka cerdas, mereka kreatif. Tapi lemah dalam hal karakter. Jadi, sering kali mereka itu terjebak dengan hal-hal yang negatif,” kata Marsito kepada Mistar, Sabtu (4/4/2026).

Kondisi inilah yang disebut menjadi salah satu alasan SMAN 2 Medan menggelar Smandu Fair kedua, yang dinilai bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan menjadi ruang kreativitas bagi siswa yang dapat menekan potensi kenakalan remaja.

“Saya pikir, untuk murid, Smandu Fair ini menjadi ruang kreativitas yang bisa menekan kenakalan,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan seperti Smandu Fair, siswa memiliki wadah untuk menyalurkan kreativitas secara positif. Marsito juga menegaskan, penyelenggaraan Smandu Fair 2026 yang merupakan tahun kedua ini berlangsung lebih matang dan tidak terburu-buru, dengan keterlibatan guru dan siswa yang diatur secara rapi.

Dalam pelaksanaannya, Marsito mengaku menerapkan Trilogi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, dengan menempatkan diri sesuai kebutuhan, baik di depan, di tengah, maupun di belakang.

“Saya itu hanya mendorong, tapi sukses harus menjadi milik mereka. Ini sukses untuk anak-anak, untuk guru-guru,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan yang disebutnya aktif terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. “Jadi memang, kita juga diajarkan untuk berkolaborasi supaya pekerjaan berat itu bisa lebih ringan kalau dikerjakan bersama-sama. Prinsipnya saling bantu,” katanya.

Ia juga berharap event tahunan itu akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi SMAN 2 Medan maupun sekolah lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Juniarti Lumbantobing, menjelaskan kegiatan yang menghadirkan empat ajang lomba, yakni olimpiade 10 bidang, lomba band, tari kreasi Sumatera Utara, serta lomba penelitian remaja, diikuti hingga ribuan siswa, baik dari SMAN 2 Medan sendiri maupun sekolah-sekolah lainnya.

Juniarti berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari peserta hingga pelaku UMKM, mendapatkan manfaat. “Sebenarnya yang saya lihat, ini kan di luar dari proses pembelajaran yang kami lakukan setiap hari. Mengorganisasi event ini menjadi pembelajaran yang sangat luar biasa buat anak-anak,” tuturnya.

Hal tersebut, kata Juniarti, dapat menumbuhkan bibit-bibit entrepreneurship dalam diri para siswa yang terlibat, terutama dalam urusan kerja sama, komunikasi, dan hal lainnya.

Di sisi lain, keterlibatan siswa juga terlihat dalam pengelolaan bazar. Ketua Panitia Bazar, Annisa Aqilla Haq, menyebut terdapat sekitar 50 stan yang diisi oleh UMKM.

“Tujuan utama bazar itu sebenarnya untuk menjadi sarana pembelajaran langsung tentang dunia usaha, mulai dari prosesnya hingga pemasaran produknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bazar menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus pengalaman berwirausaha bagi siswa. (hm25)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN